Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi ekonomi Indonesia
Sumber: Antara

Ilustrasi ekonomi Indonesia Sumber: Antara

Ekonomi Diprediksi Tetap Melaju Kencang di Kuartal III 

Rabu, 10 Agustus 2022 | 01:06 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Ekonomi Indonesia diprediksi tetap melaju kencang di kuartal III tahun ini, setelah mencetak kinerja impresif kuartal II, dengan pertumbuhan 5,44%, di atas proyeksi analis dan sejumlah kalangan. Kuartal III tahun ini, ekonomi diprediksi tumbuh 5,95%, lalu melambat menjadi 4,45% pada kuartal IV. 

Di sisi lain, pemerintah memastikan, tambahan anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2022 menjadi Rp 502,4 triliun dari Rp 152,1 triliun cukup untuk mencegah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan Pertalite hingga akhir tahun. Dengan demikian, inflasi dan daya beli masyarakat tetap terjaga. 

Analis BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto menuturkan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II di atas proyeksi BRI Danareksa sebesar 5,1%. Hal itu menandakan kuatnya ketahanan ekonomi nasional, yang ditopang kenaikan mobilitas, Lebaran, likuiditas melimpah di sistem keuangan, dan dukungan kebijakan fiskal dan moneter. 

“Kami percaya, kebijakan fiskal pemerintah dan moneter Bank Indonesia (BI) bisa mencegah Indonesia masuk resesi dan efek negatif perlambatan ekonomi dunia,” kata dia dalam laporan riset, awal pekan ini. 

Dia mencatat, konsumsi masih menjadi motor ekonomi Indonesia, dengan pertumbuhan 5,5% kuartal II lalu, didorong momentum Lebaran dan bantuan langsung tunai pemerintah. Selain itu, mobilitas masyarakat naik, diikuti kenaikan keyakinan konsumen. Kontributor kedua adalah pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh 3,2%, mesi melambat dibandingkan kuartal I sebesar 4,1%. 

Sementara itu, dia menegaskan, ekspor nasional tetap kuat, tumbuh 19,5% kuartal II-2022, kendati ada larangan ekspor CPO dan turunannya. Adapun pertumbuhan impor mencapai 10,1%, menandakan geliat permintaan dan produktivitas dunia usaha. 

Memasuki kuartal III-2022, dia menyatakan, lonjakan inflasi bisa menghambat konsumsi masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah. Pada titik ini, ramuan kebijakan fiskal dan moneter dibutuhkan untuk menjaga tren pertumbuhan. 

BI, demikian Helmy, sudah menegaskan tetap menjalankan kebijakan propertumbuhan, sedangkan pemerintah memastikan fiskal negara sanggup menjaga inflasi tetap stabil. Hingga kini, BI masih mempertahankan suku bunga di level 3,5%, sedangkan pemerintah sudah menaikkan subsidi dan kompensasi energi 2022. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com