Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas di Blok Rokan yang dilakukan  PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)

Aktivitas di Blok Rokan yang dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)

Genderang Blok Rokan Makin Bergema Pasca-Setahun Alih Kelola

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:59 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

Setahun yang lalu, suara tabuhan kompang, alat musik tradisional masyarakat melayu, menggema sebagai simbol alih kelola wilayah kerja (WK) Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Seremoni peralihan pada 9 Agustus tahun lalu pukul 00.01 WIB itu berlangsung secara hybrid mengingat pandemi Covid-19. Seluruh peserta yang hadir secara virtual dan fisik kompak berpakaian khas melayu.

Presiden Joko Widodo bahkan menyampaikan selamat bertugas kepada jajaran Pertamina dan memiliki keyakinan Pertamina mampu mengelola WK Rokan. "Saya percaya bahwa Pertamina mampu mengelola Blok Rokan ini," ujar Presiden pasca alih kelola, saat itu.

Pertamina dihadapkan dengan kondisi sumur Blok Rokan yang sudah tua (mature) dengan laju penurunan produksi alamiah (decline) sekitar 25-26 persen. Tercatat pada saat alih kelola tingkat produksi Rokan sebesar 158,7 ribu barel per hari (MBOPD).

Kegiatan pengeboran yang masif menjadi kunci dalam menjawab tantangan yang dihadapi. Upaya lain yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. PHR memiliki fasilitas pusat kendali operasional dan big data yang dapat memantau kegiatan di lapangan secara nyata (real time). Kehadiran fasilitas bernama Digital & Innovation Center (DICE) itu berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Layar-layar besar dengan berbagai tampilan terlihat di fasilitas tersebut. Mulai dari grafik tingkat produksi, status alat pengeboran (rig) hingga tangkapan kamera pemantau (CCTV).

Investor Daily berkesempatan melihat lebih dekat DICE tersebut. Dari layar infografis tingkat produksi misalnya, terbagi tiga warna kotak yakni biru, hijau muda dan hijau tua. Warna biru merepresentasikan sumur tua, warna hijau muda ialah sumur lama yang sudah ditingkatkan kemampuan untuk produksi. Sedangkan warna hijau tua adalah hasil pengeboran sumur baru.

Tampilan layar produksi sumur lama pada Januari 2022 tercatat sebesar 140.800 bph. Grafik produksi dari bulan ke bulan terus menurun dan tinggal 123.300 bph di Juli 2022. Di akhir tahun, sumur lama hanya menghasilkan sekitar 109.100 bph atau turun 31.700 bph.

Andaikan tidak upaya lain, produksi minyak PHR akan terus declining. Sebaliknya, upaya memaksimalkan produksi sumur tua dan sumur baru menunjukkan peningkatan.

Pada layar produksi sumur baru, Januari 2022 tercatat mencapai 13 ribu bph. Pergerakan grafik dari bulan ke bulan mengalami peningkatan dan tercatat mencapai 18,9 ribu bph di Juli kemarin. Pada akhir tahun prognosa tingkat produksi mencapai 34,7 ribu bph.

Begitu pula dengan produksi sumur lama, pada awal 2022 tercatat hanya sebesar 3,3 ribu bph tapi produksinya terus meningkat hingga 18,9 ribu bph di Juli kemarin. Alhasil dengan kombinasi ketiga produksi sumur tersebut maka tercatat total produksi mencapai 161 ribu bph pada Juli kemarin. Sedangkan prognosa produksi sumur lama hingga akhir tahun mencapai 33,7 ribu bph. Artiannya total produksi ketiga sumur di akhir tahun ini mencapai 177 ribu bph.

"Kita targetkan [produksi WK Rokan] akhir tahun jadi 177 ribu bph dan ini produksi terbesar di Indonesia. Mohon supportnya," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa PHR mencatatkan capaian masif dan agresif. Terbukti sejak hari pertama alih kelola hingga jelang 1 tahun dioperasikan Pertamina, pada Juni 2022 WK Rokan telah melakukan pengeboran sebanyak 350 sumur baru, dimana 133 sumur berhasil di bor dalam 5 bulan sepanjang tahun 2021 dan 200 sumur dibor pada tahun 2022. "Ini adalah wilayah kerja migas dengan investasi jumlah sumur terbanyak," jelasnya.

Sejak hari pertama alih kelola, PHR langsung tancap gas dengan rencana kerja yang masif dan agresif. Dalam satu tahun alih kelola, PHR berhasil melakukan 370 pengeboran atau lebih dari tiga kali lipat dari sebelumnya, yaitu 105 pengeboran sumur dengan eksekusi 15.000 kegiatan Work Over (WO) dan Well Intervention Well Services (WIWS) yang menyerap 60% Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Masifnya pengeboran tersebut, otomatis meningkatkan jumlah rig pengeboran aktif menjadi lebih dua kali lipat dari yang awalnya 9 rig menjadi 21 rig dan akan terus meningkat menjadi 27 rig hingga triwulan akhir 2022. Demikian juga dengan penggunaan rig WOWS. Di awal alih kelola memanfaatkan 25 rig WOWS, saat ini menjadi 32 rig WOWS dan akan terus meningkat hingga 52 rig WOWS di triwulan 4 pada tahun ini

Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin menuturkan PHR memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk pengaturan jadwal perawatan ulang (workover) sumur secara otomatis; perencanaan pergerakan rig yang lebih optimal dan efisien; identifikasi kinerja pompa yang sudah tidak optimal; analisa dan pengukuran aliran minyak agar produksi optimal; serta pemantauan jarak jauh dan saling terintegrasi untuk kondisi tekanan fluida di dalam sumur minyak.

"Fasilitas Digital & Innovation Center ini sangat mendukung rencana kerja masif dan agresif di WK Rokan, termasuk program pengeboran 400 hingga 500 sumur pada tahun ini,” ujarnya.

Ibarat kompang, semakin keras ditabuh semakin nyaring. Begitu pula PHR yang semakin masif mengebor guna menahan laju decline dan meningkatkan produksi.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com