Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menkeu: Tingkatkan Keberpihakan, Presiden Minta KUR 2023 Dinaikkan Jadi Rp 320 T

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:30 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinaikkan hingga Rp 320 triliun pada 2024. Peningkatan ini merupakan wujud komitmen dan  keberpihakan pemerintah kepada para pelaku UMKM yang telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Tahun 2024, Presiden meminta supaya volumenya (KUR) bisa mencapai di atas Rp 320 triliun. Itu sebuah nilai yang sangat besar," kata Menteri Sri Mulyani dalam Pembukaan 1st International Conference On Women and Sharia Community Empowerment di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (11/8).

Menkeu menambahkan, sejak beberapa tahun terakhir pemerintah telah menaikkan anggaran untuk KUR. Semula, anggaran KUR dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) Rp 170 triliun. Namun tahun ini sudah naik hingga Rp 270 triliun. "Jumlah KUR yang disalurkan perbankan termasuk syariah ini dinaikkan, tadinya Rp 170 triliun sekarang Rp 270 triliun," kata dia.

Tak hanya itu, melalui mekanisme APBN, pemerintah juga memberikan modal untuk UMKM sangat banyak. Bagi pelaku usaha kecil bisa mendapatkan pinjaman modal dengan mekanisme KUR. Alhasil, pelaku UMKM hanya membayar suku bunga meskipun dalam syariah pun yang bebannya sangat minimal. Selanjutnya pemerintah memberikan subsidi bunga Rp 24 triliun untuk membayar subsidi bunga di perbankan maupun perbankan syariah.

Baca juga: Menkeu Ungkap Pemerintah Berkomitmen Dukung Pemberdayaan UMKM, Ini Buktinya!

"Jumlah subsidi untuk beban bunga ini bisa mencapai lebih dari Rp 24 triliun ini juga salah satu bentuk tadi," kata Menkeu.

Sementara itu, untuk pelaku UMKM yang belum masuk kriteria untuk didanai oleh perbankan. Maka pemerintah hadir memberikan pendanaan dalam bentuk lembaga pengelola dana bergulir  (LPDB) yang dikelola oleh Kementerian Koperasi dan UKM, kemudian terdapat pembiayaan ultra mikro (Umi)

"Itu semua adalah pemihakan yang lebih ke bawah level grassroot. banyak UMKM yang belum bisa eligible belum masuk kepada perbankan, oleh karena itu kami ciptakan skema yang lebih berpihak," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersalur Rp 209,05 triliun atau telah mencapai 56,02% dari target penyaluran di 2022 yang sebesar Rp 373,17 triliun.

Sejak Agustus 2015 sampai akhir Juli 2022 total outstanding atau sisa KUR yang belum dibayar ialah mencapai Rp 530 triliun yang diberikan kepada 36,56 juta debitur dengan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) hanya sebesar 1,03%.

Baca juga: DJBC Kemenkeu: Hingga Akhir Juli 2022, 120 IKM Telah Terima Fasilitas KITE IKM

Berdasarkan jenis KUR, pada 2022, senilai Rp 138,30 triliun KUR mikro atau 66,15% total KUR disalurkan kepada 3,71 juta debitur, yang menjadi sektor KUR terbesar yang telah disalurkan.

Dengan rincian senilai Rp 67,07 triliun KUR kecil atau 32,08% dari total KUR disalurkan pada 272,51 ribu debitur dan Rp 3,66 triliun KUR super mikro atau 1,75% total KUR disalurkan kepada 416,37 ribu debitur.

Adapun KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) baru disalurkan senilai Rp 18,35 miliar atau 0,0088% dari total KUR untuk 743 debitur.

Adapun pada tahun 2021 sebelumnya pemerintah menyalurkan KUR senilai Rp 282,22 triliun atau hanya sedikit lebih rendah dari target yang senilai Rp 285 triliun yang disalurkan kepada 7,42 juta debitur.a

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com