Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sofyano Zakaria

Sofyano Zakaria

Pengamat Usul Dibentuk Satgas untuk Awasi Barang Bersubsidi

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:35 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pengamat energi yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria meminta semua pihak memberi perhatian yang istimewa untuk mengawasi solar subsidi, pertalite dan elpiji bersubsidi dan melakukan penindakan yang tegas terhadap penyalah gunaan barang bersubsidi itu. Salah satunya dengan membentuk tim Satgas.

“Karena pada solar subsidi, pertalite, dan elpiji 3 kg di dalamnya terdapat anggaran negara yang setidaknya mencapai lebih dari Rp 300 triliun pada tahun 2022, maka seharus nya lembaga KPK, Kejaksaan Agung , Kepolisian dan lain lain turut langsung melakukan pengawasan terhadap barang bersubsidi ini,” kata Sofyano di Jakarta, Kamis (11/8).

Menurut dia, untuk menyelamatkan keuangan negara dari kemungkinan terjadinya penyalah gunaan bbm elpiji bersubsidi, Presiden diharapkan segera membentuk Satuan Tugas Terpadu Nasional untuk melakukan Pengawasan dan Penindakan Penyelewengan BBM dan Elpiji bersubsidi dengan keanggotaan dari berbagai unsur seperti KPK, Kejaksaaan Agung, TNI , Polri. BIN , BAIS, BePeKa, Kemenkeu, Kemen ESDM, BPH Migas, Pertamina.

“Keterbatasan kemampuan dari badan yang ada pada saat ini harus diatasi Pemerintah dengan membentuk Satgas Terpadu Pengawasan dan Penindakan penyelewengan BBM elpiji bersubsidi , sehingga setidaknya kuota BBM dan elpiji bersubsidi tidak selalu jebol besar.” katanya.

Menurut Sofyano, solar, pertalite, dan elpiji 3 kg harus dipastikan jatuh dan dipergunakan oleh pihak yang tepat dan bukan jatuh ketangan pemain atau “pencoleng” yang menjadikan barang bersubsidi itu sebagai bisnis besar karena murahnya harga jual dibanding harga keekonomiannya.

Dijelaskan bahwa solar subsidi yang harga jual nya hanya ditetapkan Pemerintah sebesar Rp.5.150 per liter, Negara menanggung beban subsidi sekitar Rp.13.000 per liter dari harga keekonomian solar Rp.18.150 per liter.

Sementara untuk harga jual pertalite sebesar Rp 7.650 per liter , beban subsidi atau kompensasi yang diberikan negara Rp.9.500 per liter dari harga keekonomian Rp 17.200 per liter, dan untuk elpiji 3 kg , subsidi yang diberikan Negara adalah sekitar Rp11.750 per kg atau sekitar Rp 35.250 per tabung isi 3 kg.

Negara menyediakan solar subsidi tahun 2022 sebanyak 14,9 juta kilo liter (KL), Pertalite sebanyak 23,05 juta KL dan elpiji 3 kg sebanyak 8 juta metrik ton atau setara 8 miliar kg atau setara 2,666 miliar tabung isi 3 kg.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com