Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja menata beras di gudang milik Bulog di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerja menata beras di gudang milik Bulog di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Indonesia Raih Penghargaan IRRI atas Keberhasilan Swasembada Beras

Minggu, 14 Agustus 2022 | 14:51 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA- Indonesia menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) atas keberhasilannya yang dinilai mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan dengan baik.

"Kami senang berada di sini untuk merayakan capaian Indonesia dalam sektor agrikultur," kata Direktur Jenderal IRRI Jean Balie saat menyerahkan penghargaan di Istana Negara, Jakarta (14/8).

Balie mengatakan pencapaian Indonesia itu merupakan langkah besar untuk menciptakan ketahanan pangan nasional, terutama di tengah kondisi geopolitik global. IRRI berkomitmen akan bekerja sama dalam jangka panjang untuk memperkuat sistem ketahanan pangan di Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menyerahkan plakat kepada Presiden Jokowi sebagai bentuk pengakuan dan ucapan selamat atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional," katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan sejak 2015 Indonesia telah banyak membangun bendungan, penampungan air hujan atau embung, dan jaringan irigasi.

Hingga kini, Pemerintah telah meresmikan 29 bendungan besar dan jumlahnya akan bertambah hingga mencapai 38 bendungan di akhir 2022. Kemudian, hingga 2024 Pemerintah menargetkan jumlah bendungan yang akan diresmikan mencapai 61 bendungan.

Pemerintah telah membangun 4.500 embung dan 1,1 juta jaringan irigasi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. Menurut Jokowi, selain pemanfaatan berbagai varietas unggul padi, intensifikasi, dan ekstensifikasi, semua upaya itu memberikan hasil peningkatan produksi yang ada sekarang ini.

Hasilnya, selama tahun 2019 hingga 2021, Indonesia konsisten memproduksi beras di angka 31,3 juta ton per tahun dan dalam tiga tahun terakhir Indonesia sudah tidak mengimpor beras.

“Peningkatan dan konsistensi inilah yang saya lihat, dilihat oleh FAO, dilihat oleh IRRI; karena memang jumlah itu adalah jumlah yang riil. Inilah yang menyebabkan kenapa pada hari ini diberikan kepada kita sebuah sertifikat bahwa Indonesia dinilai memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan sudah swasembada pangan," ujarnya.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para petani Indonesia, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian atas kerja keras serta riset-riset yang dilakukan. Jokowi menekankan kerja keras itu harus terus didorong sehingga Indonesia tidak hanya bisa memproduksi pangan untuk dalam negeri saja melainkan juga masuk ke pasar ekspor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) ini merupakan prestasi dan merupakan kado besar bagi HUT ke-77 RI.

"Ini kado terbesar HUT RI karena IRRI memberikan penghargaan, memberi pengakuan sistem pertanian dan pangan tangguh, dan swasembada beras 2019-2021," kata Syahrul dalam keterangan pers yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Minggu (14/8).

SYL mengatakan produksi padi kini kian meningkat signifikan hingga mencapai swasembada beras, dimana dalam tiga tahun terakhir Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras.

"Melalui penggunaan teknologi inovasi dalam berbagai aspek di bidang pertanian, Indonesia bahkan telah berhasil membangun bendungan dan irigasi yang jadi tolok ukur hadirnya pertanian yang kuat," ujarnya.

Kepala Perwakilan FAO Indonesia Rajendra Aryal menyampaikan selamat atas prestasi Indonesia dalam mencapai swasembada beras, baginya prestasi tersebut sangat luar biasa mengingat tantangan pangan yang dihadapi tidak mudah.

Capaian ini diraih dalam situasi ketahanan pangan yang sedang menghadapi tantangan pandemi Covid-19, dampak perubahan iklim dan konflik yang terjadi di dunia.

FAO bersyukur dan sangat bergembira karena Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang banyak. Capaian tersebut sekaligus bukti bahwa pertanian merupakan sektor yang tangguh.

Dibalik keberhasilan ini, ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras Menteri SYL yang secara baik mampu mengimplementasikan semua arahan presiden Jokowi.

Transformasi sistem pangan dan pertanian adalah strategi yang diperlukan dalam penguatan pangan di Indonesia terutama dalam menghadapi tantangan yang komplek.

Editor : Ridho (dhomotivated@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com