Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana di terminal bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Suasana di terminal bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Neraca Perdagangan Juli 2022 Diperkirakan Surplus US$ 3,85 Miliar

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:26 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Neraca perdagangan pada Juli 2022 diperkirakan surplus sebesar US$ 3,85 miliar. Jumlah ini turun dari posisi Juni 2022 yang surplus US$ 5,09 miliar.

Harga komoditas tetap mendukung kinerja ekspor, namun kekhawatiran resesi global telah memberikan tekanan pada harga. Sedangkan impor tetap solid, seiring percepatan pemulihan ekonomi domestik.

“Surplus perdagangan diperkirakan menyusut menjadi US$ 3,85 miliar setelah pencabutan larangan ekspor minyak sawit,” kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman dalam keterangan tertulis, Minggu (14/8/2022).

Faisal menegaskan, kinerja ekspor melemah di tengah aktivitas perdagangan global yang melambat. Dia memperkirakan, ekspor Indonesia pada Juli 2022 akan tumbuh 23,01% dibandingkan Juli 2021 secara year on year (yoy), namun terjadi kontraksi 8,61% dibandingkan Juni 2022 (month to month/mtm).

Baca juga: Risiko Perekonomian Global Bergeser dari Pandemi ke Konflik Geopolitik

Hal itu terutama disebabkan oleh penurunan harga batu bara dan minyak kelapa sawit dari posisi di bulan Juni. Penurunan Baltic Dry Index yang menunjukkan volume perdagangan global yang lebih lambat, dan perlambatan impor Tiongkok dari Indonesia. Posisi impor Indonesia pada Juli 2022 akan tumbuh lebih kuat sebesar 31,02% secara yoy atau -4,79% secara mtm.

“Ada efek dasar yang rendah dari wabah Covid varian Delta pada Juli 2021. PMI manufaktur Indonesia juga meningkat pada Juli 2022 menjadi 51,3 dan ekspor Tiongkok ke Indonesia dilaporkan menguat. Namun, harga minyak turun dari posisi pada Juni 2022,” tutur Faisal.

Baca juga: Singapura Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi 2022

Sementara itu, neraca transaksi berjalan diperkirakan surplus kecil pada 2022. Menurut Faisal, surplus perdagangan ke depan cenderung menyusut karena impor akan mengikuti ekspor seiring percepatan pemulihan ekonomi domestik. Tren kenaikan sebagian besar harga komoditas sudah mulai mereda di tengah kekhawatiran resesi global.

Tetapi, impor diperkirakan tetap solid seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diperkirakan terus meningkat. Hal ini berkat pelonggaran PPKM yang meningkatkan mobilitas masyarakat dan permintaan.

“Secara keseluruhan, kami masih memperkirakan neraca transaksi berjalan tahun 2022 berpotensi mencatat surplus kecil sebesar 0,03% dari produk domestik bruto,” ujar Faisal.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com