Menu
Sign in
@ Contact
Search
Garuda Indonesia. (Foto: IHWAN IDAMIN HARAHAP/AFP)

Garuda Indonesia. (Foto: IHWAN IDAMIN HARAHAP/AFP)

PMN untuk Garuda dan KAI Tak Kunjung Cair

Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:02 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) belum mencairkan penyertaan modal negara (PMN) kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) hingga Agustus 2022, termasuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Selain dua perusahaan itu, PMN untuk PT Hutama Karya dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum cair. Tenaga Pengkaji Restrukturisasi Privatisasi dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) DJKN Dodok Dwi Handoko mengatakan, pihaknya masih menyusun penambahan PMN ke beberapa BUMN.

“Adapun PMN yang sudah terealisasi hingga Juli 2022 adalah untuk badan layanan umum, Lembaga Manajemen Aset Negara, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan,” kata dia, akhir pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, Komisi VI telah menyetujui PMN Garuda sebesar Rp 7,5 triliun, usai mencapai homologasi dalam voting penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), Jumat (27/6).

Menurut dia, saat ini, DJKN masih melihat kemajuan percepatan analisis dari penggunaan anggaran Garuda. Di samping itu, pencairan PMN masih menunggu proses legal. “Setiap PMN yang diberikan ke perusahaan terbuka harus melalui proses penerbitan peraturan pemerintah (PP),” kata dia.

Demikian pula dengan usulan KAI agar pemerintah memberikan PMN Rp 4,1 triliun tahun ini untuk mempercepat target penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tahun depan. Padahal, rencana ini telah direstui Komisi VI dan Komisi VI DPR.

Dodok menegaskan, pemerintah belum bisa memastikan waktu pencairan PMN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sebab, pemerintah masih melakukan pembahasan terkait suntikan modal tersebut.

“Kapan PMN untuk PT KAI dicairkan? Ini masih kita bahas. Kalau sudah ada kemajuan, pasti akan kami sampaikan,” kata dia.

Berdasarkan data DJKN Kemenkeu, total PMN kepada BUMN dan lembaga mencapai Rp 369,17 triliun selama 2005 sampai 2021. PMN diberikan ke berbagai sektor, mulai dari transportasi, infrastruktur hingga energi bertujuan memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha BUMN untuk meningkatkan peran. Dengan begini, mereka mampu mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah serta meningkatkan kapasitas usaha BUMN dan PT.

Dia memerinci PMN yang digelontorkan sektor transportasi dan logistik sebesar mencapai Rp 39,98 triliun, pangan sebesar Rp 11,88 triliun, infrastruktur sebesar Rp 110,23 triliun, dan industri pengolahan sebesar Rp 11 triliun.

Lalu, PMN sektor kesehatan sebesar Rp 14,33 triliun, perumahan, wisata, dan lingkungan sebesar Rp 18,26 triliun, pembiayaan atau UMKM sebesar Rp 72,79 triliun, energi sebesar Rp 56,74 triliun, investasi sebesar Rp 33,5 triliun, dan lainnya sebesar Rp 500 miliar.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com