Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Joko Widodo saat pidato Penyampaian RAPBN TA 2023 Disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, di gedung Parlemen DPR RI, di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (BeritaSatu Photo/Ruth Semiono)

Presiden Joko Widodo saat pidato Penyampaian RAPBN TA 2023 Disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, di gedung Parlemen DPR RI, di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (BeritaSatu Photo/Ruth Semiono)

RAPBN 2023: Defisit Anggaran Diperkirakan 2,85% terhadap PDB

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah menetapkan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 mencapai Rp 598,2 triliun atau setara 2,85% terhadap PDB.

"Defisit anggaran tahun 2023 merupakan tahun pertama kita kembali ke defisit maksimal 3% terhadap PDB," ucapnya dalam Pidato Presiden RI dalam Rangka Penyampaian RUU Tentang APBN TA 2023, Selasa (16/8/2022).

Ia mengatakan defisit ini berasal dari pendapatan yang dipatok Rp 2.443,6 triliun dan belanja negara Rp  3.041,7 triliun. Nantinya defisit dalam APBN 2023, akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, dengan menjaga keberlanjutan fiskal.

Baca juga: Tembus Rp 3.041,7 Triliun, Inilah Arsitektur Belanja Negara dalam RAPBN 2023

"Komitmen untuk menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat risiko utang selalu dalam batas aman melalui pendalaman pasar keuangan," katanya.

Di sisi lain,  Pemerintah terus meningkatkan efektivitas pembiayaan investasi, khususnya kepada BUMN dan BLU yang diarahkan untuk penyelesaian infrastruktur strategis Pusat dan Daerah, pemberdayaan masyarakat, serta sinergi pembiayaan dan belanja.

Baca juga: Sampaikan Nota Keuangan, Jokowi Beberkan Asumsi Ekonomi dalam RAPBN 2023

Kemudian Pemerintah tetap mendorong kebijakan pembiayaan inovatif skema KPBU, termasuk penguatan peran BUMN, BLU, Lembaga Pengelola Investasi (LPI), dan Special Mission Vehicle (SMV).

Selanjutnya pemerintah juga akan mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, UMKM, dan Ultra Mikro.

"Pemerintah juga memanfaatkan saldo anggaran lebih (SAL) untuk menjaga stabilitas ekonomi dan antisipasi ketidakpastian, serta meningkatkan pengelolaan manajemen kas yang integratif untuk menjaga bantalan fiskal yang andal dan efisien," ucapnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com