Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (Foto: Antara)

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (Foto: Antara)

Menkeu: Kombinasi Pemulihan Ekonomi Global 2023 Ciptakan Tantangan Semakin Rumit 

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:34 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan karena pemulihan ekonomi dunia tahun depan diprediksi mengalami pelemahan lebih lanjut akibat gejolak ekonomi global.

"Pemulihan (ekonomi global) menjadi lemah karena potensi terjadinya stagflasi, karena inflasi (naik) dengan kombinasi resesi. Tentu ini menciptakan tantangan yang rumit di tahun ini dan tahun depan,"kata dia dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, Selasa (16/8).

Ia tak menampik bahwa saat ini risiko pemulihan ekonomi bergeser dari pandemi menjadi gejolak ekonomi global. Inflasi global melonjak akibat disrupsi dari sisi suplai. Tantangan sisi pandemi Covid-19 menyebabkan supply side atau production terdisrupsi, dalam hal ini begitu demand atau permintaan pulih dengan adanya vaksin dan mobilitas. Namun, sisi supplynya tidak bisa mengikuti secara sama. Inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi akibat pandemi. "Inilah yang menyebabkan inflasi global melonjak sangat tinggi, dan ini menimbulkan respons kebijakan dalam bentuk likuiditas yang ketat dan suku bunga yang dinaikkan," imbuhnya.

Lonjakan inflasi ini juga terjadi di negara maju, karena inflasi yang tertinggi ada di berbagai negara maju seperti di Amerika dan Eropa yang memecahkan rekor dalam 40 tahun terakhir mencatatkan inflasi sangat tinggi, sehingga menyebabkan gejolak di sektor keuangan, capital outflow terjadi, pelemahan nilai tukar terjadi.

"Dan ini menyebabkan cost of fund atau lonjakan biaya utang di semua negara di dunia. Inilah kemudian memunculkan potensi krisis utang global yang menyebabkan PBB kemudian membentuk PBB global krisis respons, di mana bapak presiden menjadi anggotanya," jelasnya.

Adanya gejolak ekonomi yang melonjak, juga menyebabkan 60 negara berpotensi mengalami krisis utang dan krisis refinancing dari pembiayaan mereka. "Bagi mereka (negara) yang sekarang ini sudah memiliki rasio utang cukup tinggi menjadi perhatian dunia," ujarnya.

Baca juga: Tembus Rp 3.041,7 Triliun, Inilah Arsitektur Belanja Negara dalam RAPBN 2023

Di sisi lain, inflasi yang tidak menurun secara cepat namun respons kebijakan dari sisi likuiditas dan suku bunga direm, maka dari sisi fiskal bisa menyebabkan pemulihan ekonomi menjadi melemah.

Berdasarkan data IMF, perlambatan pemulihan ekonomi terjadi hampir di semua negara termasuk negara maju mengalami revisi kebawah untuk pertumbuhan ekonominya di tahun ini dan tahun depan. Untuk ekonomi global diprediksi turun dan telah direvisi dari semula 3,6% menjadi 3,2%.

Sementara itu, ekonomi Indonesia pun juga mengalami revisi, namun relatif mild atau turun tipis menjadi 5,2%. "Itu konteksnya, jadi kalau kita lihat apakah terjadi tanda-tanda pelemahan ekonomi global, ya IMF sudah menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi global melemah," tandas dia.

Baca juga: Jokowi Targetkan Inflasi 2023 di Kisaran 3,3%

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com