Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi ekonomi Indonesia
Sumber: Antara

Ilustrasi ekonomi Indonesia Sumber: Antara

INDEF: Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 sebesar 5,3% Tunjukan Sikap Pesimistis Pemerintah

Rabu, 17 Aug 2022 | 07:30 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menunjukan target pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,3% menunjukan sikap pemerintah yang pesimistis. Sebab, angka 5,3% merupakan ambang batas bawah dari target yang ditentukan pemerintah dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) APBN Tahun Anggaran 2023 yang di kisaran 5,3-5,9%.

“Tahun depan memang terjadi awan sehingga pertumbuhan ekonomi berada pada 5,3% kalau optimis seharusnya berada pada level 5,9%. Artinya bahwa tahun depan tampaknya memang masih menjadi tahun yang cukup kritis,” ucap Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad dalam diskusi virtual pada Selasa (16/8/2022).

Baca juga: INDEF: Hilirisasi dan Industrialisasi Perlu Kepastian Pasar

Tauhid menjelaskan, 2023 masih menjadi tahun yang cukup kritis sebab Indonesia masih dibayangi gejolak perekonomian global yang terjadi karena perang Rusia-Ukraina. Hal ini berdampak pada harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia (ICP) tahun 2023 yang diperkirakan berada pada kisaran US$ 90 per barel.

Advertisement

Inflasi pada 2023 diupayakan tetap dijaga pada kisaran 3,3% serta defisit anggaran tahun 2023 yang direncanakan sebesar 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp 598,2 triliun.

“Saya kira ini cukup challenging, karena kalau kita lihat skenarionya bahwa tahun depan akan terjadi konsolidasi APBN dimana defisit diperkirakan 3%,” kata dia.

Baca juga: INDEF: Pemerintah Harus Waspadai Penurunan Ekspor

Dengan penurunan jumlah defisit maka pemerintah harus melakukan pengetatan kegiatan fiskal. Dalam hal ini terjadi penurunan angka belanja, proyeksi belanja negara dalam APBN 2022 ditargetkan mencapai Rp 3.106 triliun, sedangkan belanja APBN 2023 sebesar Rp 3.041 triliun.

"Saya kira tahun depan akan terjadi stagnasi ekonomi dan ini harus diwaspadai terutama oleh masyarakat bawah karena tampaknya akan terjadi pengurangan subsidi BBM yang cukup signifikan dengan keterbatasan anggaran karena konsolidasi fiskal di tahun mendatang," ujar Tauhid. (ark)

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com