Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Antara)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Antara)

Erick Thohir: BUMN Harus Sehat untuk Bisa Berkontribusi 

Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:56 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan kondisi kesehatan BUMN menjadi hal yang krusial. Bagi Erick, kondisi BUMN yang sehat tentu akan memberikan dampak besar bagi negara dan masyarakat.

"Sejak awal, kami berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh dengan memperbaiki proses dan fokus bisnis hingga penerapan budaya kerja dengan core value Akhlak," ujarn dia di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Erick meyakini, aksi bersih-bersih BUMN melalui transformasi bisnis dan sumber daya manusia (SDM) akan membawa perubahan besar bagi BUMN. Tak hanya mampu mendongkrak kinerja, Erick menyebut program transformasi menjadi fondasi besar bagi BUMN untuk meminimalisasi praktik korupsi di tubuh perusahaan. 

"Korupsi itu bagian yang harus diberantas, walaupun kita menyadari korupsi dari zaman dahulu sampai sekarang itu ada. Tetapi, kita harus meminimalisasi korupsi, apalagi korupsi uang rakyat, uang pemerintah, ini sangat menyakitkan," lanjut Erick.

Dia menyebut sejumlah transformasi yang dijalankan BUMN, mulai dari perampingan jumlah BUMN dan klasternya, pembentukan holding sebagai penguatan ekosistem, hingga menutup BUMN yang 'mati suri', tak hanya mendorong perbaikan BUMN, melainkan meningkatkan kontribusi terhadap negara dan masyarakat. 

"Artinya, kalau BUMN-nya korupsi, sehingga tidak sehat, bagaimana bisa menjadi sebuah korporasi yang baik dan bisa menjadi bagian ketika pemerintah mengintervensi dengan kebijakan-kebijakan saat terjadi ketidakseimbangan," ucap Erick.

Erick mengatakan BUMN yang sehat akan mampu tampil sebagai penyeimbang pasar melalui sejumlah intervensi seperti operasi pasar. Hal ini telah dilakukan BUMN saat melakukan intervensi dengan menjual masker sebesar Rp 5 ribu atau jauh di bawah harga pasar yang saat awal pandemi menyentuh angka Rp 100 ribu.

"Hal-hal ini, menyeimbangkan pasar hanya bisa dilakukan kalau BUMN-nya sehat. Kalau BUMN-nya sakit, boro-boro mau intervensi pasar, buat dirinya sendiri aja sulit," kata Erick.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com