Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan Mining Industry Indonesia (Mind ID) menggelar The 3rd Energy Transition Working Group Meeting - Parallel Event G20 Presidency of Indonesia yang mengangkat tema The Role of Coal Industry Towards Energy Transition and Circular Economy, di Hotel Westin, Bali, Senin, 29 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan Mining Industry Indonesia (Mind ID) menggelar The 3rd Energy Transition Working Group Meeting - Parallel Event G20 Presidency of Indonesia yang mengangkat tema The Role of Coal Industry Towards Energy Transition and Circular Economy, di Hotel Westin, Bali, Senin, 29 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)

Industri Batu Bara Berperan Besar dalam Transisi Energi

Selasa, 30 Agustus 2022 | 11:42 WIB
Feriawan Hidayat (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Transisi energi menjadi salah satu isu prioritas pada Presidensi G-20 Indonesia tahun 2022 dengan fokus utama terhadap akses, teknologi, dan pendanaan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, menegaskan transisi energi tidak harus meniadakan batu bara. Dengan inovasi teknologi, emisi dari batu bara bisa ditekan sehingga target Net Zero Emission pada 2060 tetap bisa dicapai.

"Mari kita berpikir dengan cara yang lain. Kata kuncinya transisi energi berkelanjutan. Net Zero Emission pada 2060 merupakan skenario besar yang harus kita rumuskan dengan langkah tidak biasa-biasa saja. Kuncinya adalah inovasi," kata Ridwan Djamaluddin dalam acara talkshow hasil kerja sama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan Kementerian ESDM dan Mining Industry Indonesia (Mind ID), Hotel Westin, Bali, Senin (29/8).

Terkait inovasi, Ridwan menekankan pentingnya aspek keterjangkauan dan penguasaan teknologi. Ia juga meminta agar hasil dari talkshow ini benar-benar dijalankan agar industri batu bara dapat mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

Sementara itu, sesi mini innovation workshop memfasilitasi keterbukaan inovasi untuk penurunan emisi dan transisi energi secara komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan. Diharapkan muncul dukungan, kolaborasi, partisipasi aktif, dan ide-ide dari para pemangku kepentingan untuk memperkuat semangat inovasi dan menyeleraskan tujuan bersama mencapai penurunan emisi global.

Hadir dalam sesi workshop ini, Kepala Pusat Riset Teknologi Pertambangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Anggoro Tri Mursito, Direktur Sumber Daya Manusia PTBA Suherman, pimpinan asosiasi pertambangan, dewan juri dan advisor Bukit Asam Innovation Awards 2022 Greenovator, para pimpinan lembaga penelitian dan perusahaan rintisan teknologi, dan para pemuda delegasi Y-20.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengungkapkan, hadirnya para ahli, akademisi, praktisi pengelolaan lingkungan, dan generasi muda terbaik yang tergabung dalam Y-20 juga akan dapat memberikan pandangan dan masukan bersama guna terlaksananya transisi energi yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan ekonomi sirkular.

"Partisipasi, sinergisitas, dan kolaborasi dari semua pihak tentunya akan semakin mempermudah dan mempercepat langkah kita menuju target yang telah ditetapkan," kata Arsal Ismail.

Sesi talkshow sendiri menghasilkan kesimpulan transisi energi membutuhkan perencanaan dan persiapan matang. Dibutuhkan juga komitmen semua pemangku kepentingan agar program-program transisi energi yang berkelanjutan bisa berjalan sesuai target.

Arsal Ismail menjelaskan, selaras dengan visi PTBA menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, perusahaan tengah memantapkan eksistensi dan bertransformasi menjadi perusahaan energi.

Transformasi ini tidak semata-mata dilakukan untuk menciptakan bisnis yang keberlanjutan, namun juga mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, mendorong proses transisi energi berkelanjutan, dan meningkatkan kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

"Berbagai strategi transformasi bisnis telah kami terapkan seperti peningkatan portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dan pengembangan hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME)," jelasnya.

Dari sisi operasional pertambangan, Arsal menambahkan, terdapat dua program utama yang dijalankan yakni Eco Mechanized Mining dan E-Mining Reporting System.

Pada program Eco Mechanized Mining, perusahaan mengganti peralatan pertambangan yang menggunakan bahan bakar berbasis fosil menjadi elektrik. Sementara pada program E-Mining Reporting System, Bukit Asam memanfaatkan platform pelaporan produksi secara real time dan online sehingga mampu meminimalisasi monitoring konvensional dengan kendaraan dan mengurangi penggunaan bahan bakar.

Tidak hanya itu, Bukit Asam juga gencar menerapkan program manajemen karbon, sebuah program integrasi untuk mengurangi emisi karbon dalam operasional pertambangan perusahaan. Beberapa usaha manajemen karbon yang dilakukan yakni reklamasi, dekarbonisasi operasional tambang, dan studi CCUS.

Terkait dengan kajian CCUS ini, Arsal menegaskan, Bukit Asam juga sedang menggelar kompetisi teknologi dekarbonisasi yang menitikberatkan inovasi di bidang carbon reduction dan CCUS dengan tajuk Bukit Asam Innovation Award 2022 Greenovator Indonesia.

"Kompetisi tersebut kita harapkan dapat mendukung lahirnya inovasi-inovasi terkait teknologi dekarbonisasi di bidang pertambangan, khususnya batu bara, untuk menciptakan energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan," pungkasnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com