Menu
Sign in
@ Contact
Search

Harga BBM Naik, Inflasi 2022 Terdongkrak Jadi 6,27%

Minggu, 4 Sep 2022 | 18:48 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan, penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dan Pertalite maupun nonsubsidi jenis Pertamax diyakini akan memicu naiknya inflasi. Akibat penaikan harga BBM ini, inflasi pada akhir 2022 diprediksi berada di sekitar angka 6,27% atau 1,67% percent point (ppt) lebih tinggi dari proyeksi awal yang sebesar 4,60%.

Ekonom dari Mandiri Office of Chief Economist Bank Mandiri Faisal Rachman memaparkan, harga Pertalite yang naik 30,72% dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu dan Pertamax naik sebesar 16% dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter tersebut secara total akan menyumbang inflasi sebesar 1,35 percent point (ppt). Sedangkan kenaikan harga solar sebesar 32,04% akan berkontribusi sebesar 0,17 ppt pada tingkat inflasi.

“Angka proyeksi ini sudah memperhitungkan first round impact atau dampak kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut secara langsung dan second round impact atau dampak lanjutan pada inflasi itu,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily pada Minggu (4/9/2022).

Dampak lanjutan pada inflasi itu, jelas Faisal, adalah seperti naiknya harga jasa transportasi, distribusi, hingga kenaikan sebagian harga barang dan jasa lainnya pula. “Dengan demikian, inflasi pada akhir tahun 2022 kami prediksi akan berada pada kisaran 6,27%, atau lebih tinggi dari angka proyeksi awal kami yang sebesar 4,60%. Sedangkan inflasi inti kami proyeksi akan berada di sekitar 4,35% pada akhir 2022,” ungkap Faisal.

Advertisement

Sebagai catatan, lanjut dia, hanya terdapat empat bulan berjalan di sisa 2022 ini sehingga dampak dari second round impact masih akan berlanjut pada 2023, terutama pada semester I-2023. Hal ini disebabkan adanya kondisi sticky price atau harga beberapa barang dan jasa yang cenderung lambat terhadap penyesuaian harga. “Oleh sebab itu, kami melihat inflasi pada 2023 berpotensi akan berada pada kisaran 3,50 – 4,00%,” pungkas Faisal.

Pada Sabtu (3/9/2022) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan keterangan terkait kebijakan pengalihan subsidi BBM di Istana Negara, Jakarta. “Sebagaimana beliau sampaikan, uang negara harus diprioritaskan untuk melindungi masyarakat kurang mampu dan pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran,” kata Menteri Keuangan Sri Muyani Indrawati.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang dipimpin Presiden di Istana Negara itu mengumumkan bahwa harga Pertalite naik dari Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu, solar subsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800, dan Pertamax nonsubsidi naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Harga baru ini berlaku satu jam sejak diumumkan atau pukul 14.30 WIB.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com