Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi truk logistik (Foto: Ist)

Ilustrasi truk logistik (Foto: Ist)

Pengusaha Angkutan Barang Kalkulasi Naikkan Tarif 25%

Senin, 5 Sep 2022 | 07:11 WIB
Tri Murti (redaksi@investor.id) ,Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

JAKARTA, investor.id - Pengusaha angkutan barang mengalkulasi imbas kenaikan harga bio solar sebesar 32% bakal berdampak pada kenaikan harga sewa konsumen sekitar 25%. Sementara itu, pengusaha angkutan perairan kapal cepat atau speed boat antardaerah di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menaikkan tarif pada Minggu (4/9/2022) dan untuk tarif rute Sukadana-Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) bakal dinaikkan sebesar 23% mulai Senin (5/9/2022).

“Para pengusaha angkutan barang berharap dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar diiringi dengan kenaikan harga sewa ke konsumen yang sepadan dan sesuai kalkulasi imbas kenaikan harga bio solar 32% ini akan berdampak pada kenaikan harga sewa konsumen sekitar 25% sehingga dapat menutup operational cost yang selama ini telah berdarah-darah dan mendorong semangat untuk berinvestasi kembali di dunia angkutan barang,” kata Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi & Logistik DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng & DIY Agus Pratiknyo dalam pernyataan resminya, Minggu (4/9/2022).

Agus berharap keputusan kenaikan harga BBM yang telah diambil oleh pemerintah juga diiringi dengan semangat dan komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola penyaluran BBM bersubsidi yang notabene kondisi saat ini morat-marit dan kontraproduktif dengan aturan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sendiri. Dalam penyaluran BBM bersubsidi, khususnya untuk angkutan barang, kata dia, pemerintah hendaknya perlu meluruskan kembali penerima subsidi yang berhak sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan, yaitu kendaraan dengan tanda nomor kendaraan warna dasar kuning.

“Hal ini diharapkan agar pada praktik di lapangan penyaluran BBM bersubsidi dapat benar-benar tepat sasaran. Sehingga tidak lagi terdengar kondisi seperti akhir-akhir ini di beberapa stasiun pengisian bahan bakar minyak banyak terjadi kendaraan angkutan barang antre berebut dalam pembelian BBM,” jelas dia.

Advertisement

Demikian pula, kata Agus, terkait kebijakan pembatasan pembelian di setiap SPBU yang membingungkan dan penggunaan persyaratan pembelian yang ribet, seperti penggunaan aplikasi oleh para pembeli BBM bersubsidi, hal itu cenderung tidak melihat kondisi faktual dilapangan. Untuk itu, pemerintah diminta segera mengkaji ulang dan segera memastikan tidak ada lagi kondisi-kondisi tersebut.

Lebih jauh, para pelaku usaha angkutan barang berharap pemerintah juga mengantisipasi efek domino kenaikan harga BBM ini, karena pengalaman yang terjadi semua ikut latah dari efek kenaikan harga BBM bersubsidi. Semua ikut menaikkan harga padahal jika dicermati beberapa harga di sektor tersebut hampir setiap periode telah menaikkan harga.

“Jangan sampai kenaikan harga BBM ini hanya sekedar obat penenang yang hanya sesaat dirasakan untuk mengobati luka para pelaku usaha angkutan barang,” imbuh dia.

Sementara itu, pengusaha angkutan perairan kapal cepat atau speed boat jurusan Sukadana-Pontianak, Kalimantan Barat, akan menaikkan harga tiket sebesar 23% mulai, Senin (5/9/2022), setelah pemerintah secara resmi mengumumkan harga baru BBM bersubsidi.

"Mulai besok harga tiket naik menjadi Rp300 ribu dari sebelumnya Rp230 ribu per orang atau naik 23 persen atas kesepakatan pengusaha-pengusaha pemilik spead boat," kata salah seorang penjual tiket kapal cepat, Jamal di Sukadana, Kalimantan Barat, kemarin.

Menurut Jamal, kenaikan itu untuk menyesuaikan harga BBM baru dimana pengusaha jasa transportasi akan terdampak langsung terhadap kebijakan tersebut.

"Iya karena ini ada kenaikan harga BBM makanya kami harus memberlakukan atau menyesuaikan harga tiket baru juga," kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara Erwan Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap kenaikan tarif jasa angkutan di wilayah itu untuk memastikan tarif baru tersebut tidak melebihi kenaikan harga BBM yang baru diberlakukan.

"Kenaikan tarif tersebut menyesuaikan naiknya harga BBM. Adapun dikarenakan lintasan tersebut antar kabupaten, maka idealnya pengendalian terkait kenaikan tarif dilakukan oleh provinsi. Dari Dishub tentunya juga akan segera berkoordinasi dan bersurat ke provinsi untuk menginformasikan hal tersebut," ujarnya.

Selain jasa angkutan air, jasa angkutan darat antar kabupaten seperti travel juga akan mengalami kenaikan tarif mulai besok menjadi Rp 80 ribu per orang.

“Kemungkinan besar akan dilakukan juga penyesuaian tarif. Khusus untuk lintasan dalam kabupaten, akan kami pantau juga agar kenaikan tarif angkutan darat itu tidak jauh melebihi kenaikan harga BBM," jelasnya.

Lebih jauh, kenaikan harga BBM bersubsidi berdampak bagi tarif speed boat antardaerah di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mulai disesuaikan pada Minggu (4/9/2022).

"Hari ini sudah mulai naik. Sudah disepakati oleh gabungan pengusaha angkutan perairan dan pemerintah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara Andi Nasuha di Tanjung Selor kemarin seperti dilansir dari Antara.
 

Transportasi Paling Cepat

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar, dan BBM non subsidi jenis Pertamax akan menggerus daya beli masyarakat.

"Kondisi Indonesia saat ini memang tidak baik-baik saja. Daya beli masyarakat sedang menurun akibat tingginya inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan dan jasa. Dengan adanya kenaikan harga BBM yang mencapai Rp 2.000 lebih ini, maka bisa dipastikan daya beli mereka semakin melemah," ujar Adik Dwi Putranto saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (3/9/2022) malam

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa yang paling terdampak akibat kenaikan harga BBM adalah konsumen karena biaya kenaikan tersebut akan dibebankan kepada mereka, baik kenaikan biaya logistik maupun kenaikan biaya lainnya.

"Kalau dari sisi perusahaaan, kenaikan itu bisa dibebankan pada harga jual. Perusahaan akan menaikkan harga jual sesuai dengan kenaikan harga BBM. Sehingga yang tetep terkena ya konsumen. Dampak selanjutnya daya beli kian turun," tegasnya.

Jika daya beli masyarakat yang lemah ini semakin turun, maka bisa dipastikan industri, baik barang atau jasa akan mengurangi produksi. Dan ini yang membuat pertumbuhan ekonomi akan terganggu. "Besar kemungkinan target ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 5,2% tidak akan tercapai," tandasnya.

Adik menyadari bahwa keputusan ini memang sangat berat yang harus diambil pemerintah. Karena beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah semakin membengkak akibat kenaikan harga minyak dunia yang kian tinggi.

"Ini adalah langkah yang sangat berat akibat kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah sudah tidak sanggup untuk terus menanggung subsidi BBM," tegasnya.

Yang harus dilakukan pengusaha selanjutnya adalah berhitung ulang. Karena biaya logistik  pasti mengalami kenaikan.

"Sektor transportasi inilah yang paling cepat melakukan penyesuaian harga. Sedangkan untuk sektor lain, masih perlu waktu untuk menghitung beban biaya produksi yang bertambah," kata Adik. Untuk itu, Kadin Jatim meminta pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat agar tidak semakin menurun.

Terkait dengan bantuan sosial yang rencananya akan dikucurkan pemerintah, ia mengatakan hal itu memang seharusnya dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Bansos ini untuk menjaga daya beli masyarakat dan itu sudah benar," pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah telah mengumumkan kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite, solar dan BBM non subsidi jenis Pertamax. Kenaikan dimulai pada hari Sabtu (3/9/2022) pada pukul 14.30 WIB. Adapun perinciannya adalah harga Pertalite yang awalnya sebesar Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar dari harga Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter dan harga Pertamax meningkat dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Editor : Amrozi (ros_amrozi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com