Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (07/08/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (07/08/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Ketidakpastian Naik, Ekonom Indef Minta Burden Sharing Dihentikan

Rabu, 7 Sep 2022 | 12:29 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Ekonom Indef Eko Listiyanto meminta skema Bank Indonesia (BI) pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana atau burden sharing tidak dilanjutkan tahun depan, meskipun ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat dan kenaikan inflasi sejumlah berbagai negara.

Pemberhentikan burden sharing tahun depan juga merupakan komitmen bersama yang sudah dituangkan dalam Undang Undang No 2 Tahun 2020.

Baca juga: BI Borong SBN Rp 58,32 Triliun di Pasar Perdana per 22 Agustus

"Aspek pemberhentian burden sharing komitmen bersama dan untuk menjaga kredibilitas pasar ke depan. Sehingga (investor) domestik dapat diperbesar dan investor asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik. Ramaikan pasar kita disitu kami berharap yield bisa ditekan dan lebih efisien untuk pembangunan Indonesia ke depan"ucapnya dalam Sarasehan 100 Ekonom, Rabu (7/9).

Alasan lainnya dari sisi defisit anggaran yang dirancang kembali di bawah 3% terhadap PDB tahun depan. Alhasil, pemerintah perlu menyesuaikan pembiayaan yang mengalami peningkatan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2020-2022) sebagai akibat dari pandemi covid-19.

Dengan demikian, tahun depan, pergerakan SBN atau bentuk instrumen investasi tetap didorong melalui mekanisme pasar. Namun intervensi BI cukup hanya melalui pasar sekunder.

Meski demikian ia tak menampik bahwa awan gelap ekonomi global di tahun depan masih akan terjadi karena ketegangan geopolitik diprediksi masih akan berlanjut di tahun depan yang berimplikasi pada ekonomi global.

"Dampaknya pada dinamika suku bunga acuan (Bank Sentral) berbagai negara. Kita tau pusat suku bunga dari Amerika Serikat, jika di sana masih meningkat seperti saat ini, maka banyak negara lain akan mengikuti (kebijakan The Fed) termasuk BI yang tentunya akan menyesuaikan kondisi pasar," tegasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com