Menu
Sign in
@ Contact
Search
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (15/9/2022).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (15/9/2022).

Nilai Ekspor Agustus 2022 Capai US$ 27,91 Miliar

Kamis, 15 September 2022 | 14:07 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekspor pada Agustus 2022 mencapai US$ 27,91 miliar. Angka menunjukan kenaikan 9,17% jika dibandingkan nilai ekspor Juli 2022 dan meningkat 30,15% dari posisi Agustus 2021.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, nilai ekspor non migas pada Agustus 2022 mencapai US$ 26,19 miliar atau meningkat 8,24% dari posisi Juli 2022 dan meningkat 28,39% dari posisi Agustus 2021. Nilai ekspor migas pada Agustus 2022 mencapai US$ 1,72 miliar atau meningkat 25,59% dari posisi Juli 2022, dan meningkat 64,46% dari posisi Agustus 2021.

Peningkatan ekspor non migas pada Agustus disebabkan karena peningkatan di komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) dengan peningkatan sebesar 25,40% . Kemudian komoditas yang kedua yang peningkatannya cukup besar yaitu mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) dengan peningkatan sebesar 21,16%.

“Sedangkan untuk peningkatan ekspor migas yang sebesar 25,59%, utamanya perubahan ekspor untuk gas yang naik sebesar 29,35%,” ucap Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (15/9/2022).

Dia menerangkan, dilihat menurut sektor maka industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, dengan nilai ekspor sebesar US$ 19,79 miliar. Sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan 13,49% jika dibandingkan dengan nilai posisi Juli 2022 dan meningkat 20,61% dari posisi Agustus 2021.

“Industri pengolahan naik sebesar 13,46% secara bulanan utamanya didorong oleh minyak kelapa sawit, besi baja, peralatan listrik, kendaraan, dan bagiannya serta nikel,” kata Setianto.

Baca juga: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Januari-Agustus Capai US$ 34,92 Miliar

Nilai ekspor di sektor pertambangan dan lainnya mencapai US$ 5,95 miliar. Ekspor pada sektor pertambangan dan lainnya mengalami kontraksi 6,66% jika dibandingkan dengan nilai posisi Juli 2022 namun meningkat pesat hingga 63,17% dari posisi Agustus 2021.
“Untuk pertambangan turun sebesar 6,66% secara bulanan, utamanya didorong oleh komoditas batubara, lignit, bijih logam lainnya, bijih besi, serta biji tembaga,” kata dia.

Nilai ekspor di sektor migas mencapai US$ 1,72 miliar. Angka ini menunjukan mengalami pertumbuhan 25,59% jika dibandingkan dengan nilai posisi Juli 2022 dan meningkat 64,46% dari posisi Agustus 2021.
“Migas meningkat 25,59%, utamanya ini didorong oleh peningkatan komoditas gas,” imbuh Setianto.

Nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai US$ 450 juta. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan 16,99% jika dibandingkan dengan nilai posisi Juli 2022 dan meningkat 31,17% dari posisi Agustus 2021.
“Utamanya didorong oleh komoditas kopi, buah-buahan tahunan, sarang burung, rumput laut, ganggang, serta sayur-sayuran,” kata Setianto.

Tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari– Agustus 2022 adalah Jawa Barat US$ 26,02 miliar (13,37%), Kalimantan Timur US$ 23,4 miliar (12,03%), dan Jawa Timur US$ 16,9 miliar (8,71%). Ketiganya memberikan kontribusi hingga mencapai 34,11% dari seluruh ekspor nasional.

Editor : Leonard (severianocruel@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com