Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantor BKPM di Jakarta pada 7 Januari 2022. (FOTO: Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS/File Photo)

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat konferensi pers di kantor BKPM di Jakarta pada 7 Januari 2022. (FOTO: Antara Foto/Galih Pradipta/ via REUTERS/File Photo)

Bahlil: Nilai Kemudahan Berinvestasi RI dengan Singapura Hanya Terpaut Satu Poin

Senin, 19 Sep 2022 | 20:01 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada Senin (19/09/2022) mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo dengan salah satu agendanya melaporkan perkembangan peringkat kemudahan investasi di Indonesia.

Menurut Bahlil pemeringkatan itu didapatkan dari penilaian oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) terkait reformasi regulasi untuk kemudahan berinvestasi dan kini Indonesia hanya terpaut satu poin dari Singapura. "Jadi, nilai kita itu 18, Singapura itu 19. Jadi kita cuma kurang satu poin," ujar Bahlil kepada awak media selepas pertemuan.

Bahlil menjelaskan, setidaknya ada lima indikator yang menjadi penilaian oleh UNCTAD tersebut yakni transparansi izin, sinkronisasi kecepatan, pelayanan, Online Single Submission (OSS), serta efisiensi dalam kepengurusan perizinan dan kepastian. "Bahwa belum maksimal, iya. Tapi, kita mulai mengarah kepada sesuatu yang semakin lebih baik, lebih cepat," kata dia.

Menurut Bahlil, peringkat kemudahan investasi yang ditempuh lewat perbaikan perizinan, fasilitas, dan insentif bagi investor tersebut akan berdampak terhadap realisasi investasi.

Advertisement

Akan tetapi ia menegaskan, Presiden Joko Widodo memerintahkan bahwa investasi tidak boleh hanya berkutat pada besaran realisasi nilai semata, tetapi juga kualitas dari investasi itu sendiri.

"Jadi, tahun ini ‘kan kita diberi target Rp 1.200 triliun oleh Bapak Presiden, tahun depan diberikan target Rp 1.400 triliun. Tetapi tidak hanya pada angka, tapi penyebaran investasi antara Jawa dan luar Pulau Jawa. Kemudian penciptaan pekerjaan," kata dia.

"Jadi, jangan hanya membangun investasi yang berbasis high technology, tetapi juga harus padat karya, karena pascapandemi ‘kan kita membutuhkan lapangan kerja yang cukup banyak," ujar Bahlil menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengaku telah melaporkan kepada Presiden terkait hasil penugasannya yang baru saja kembali dari menghadiri Sidang ke-25 Dewan Kawasan Investasi Asean (AIA Council) di Kamboja, Rabu (14/9/2022) pekan lalu.

Di forum tersebut dipaparkan juga bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah foreign direct investment (FDI) terbesar kedua setelah Singapura.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com