Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB). ( Foto: adb.org )

Logo Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB). ( Foto: adb.org )

ADB Kerek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,4%

Rabu, 21 September 2022 | 13:53 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Asian Development Bank mengerek proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 5,4% (year on year/yoy). Proyeksi ini telah direvisi, karena dalam laporan ADB Outlook edisi April, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya tumbuh 5%.

"Pertumbuhan pada tahun 2022 diperkirakan akan lebih tinggi dari perkiraan dalam ADO 2022. Konsumsi dan ekspor menahan guncangan global," ucap Ekonom Senior ADB, Henry Ma dalam media briefing, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: ADB: Negara Berkembang Asia di Peringkat Terbawah Lingkungan Digital Pengusaha

Henry Ma mengatakan revisi keatas pertumbuhan ekonomi berdasarkan berbagai indikator yang masih solid, mulai dari konsumsi rumah tangga yang diperkirakan akan tetap kuat hingga akhir tahun. Kemudian investasi juga masih akan positif hingga akhir tahun meskipun tidak sekuat dari perkiraan ADB.

"Permintaan dalam negeri harus tetap kuat sepanjang sisa tahun ini, meskipun inflasi yang lebih tinggi, dan demikian juga permintaan eksternal. Tetapi volatilitas pasar keuangan masih ada, dan sedikit penyebaran gelombang pandemi Covid-19 dimulai pada bulan Juli, dan pertumbuhan global," tuturnya.

Baca juga: Luncurkan Fixed Broadband HiFi, Begini Dampaknya bagi Indosat (ISAT)

Sementara itu, komponen belanja pemerintah dinilainya tidak memberikan kontribusi positif di tahun ini. Hal ini sejalan dengan upaya konsolidasi fiskal yang tengah dilakukan pemerintah di tahun ini dan akan berlanjut di tahun depan.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas akibat invasi Rusia ke Ukraina justru menjadi berkah bagi penerimaan negara, karena sisi ekspor turut meningkat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tahun depan dinilainya masih menghadapi berbagai tantangan. Alhasil, terdapat revisi dari semula 5,2% menjadi 5%.

Baca juga: ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5,2%

"Normalisasi di tahun 2023, konsumsi rumah tangga diproyeksikan tumbuh seperti pra pandemi 5%, kepercayaan diri dan daya beli tahun ini akan mendukung peningkatan pekerjaan dan pendapatan makanan, bahkan subsidi BBM dinilainya berdampak minimal terhadap ekonomi," tuturnya.

Adapun pertumbuhan ekonomi di tahun depan sejalan dengan kinerja ekonomi di tahun 2013 dan 2014 yakni disaat harga BBM mengalami kenaikan sekitar 30%.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com