Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI bulan Juni 2022 di Jakarta, Kamis (23/06/2022). ANTARA/Agatha Olivia/aa.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI bulan Juni 2022 di Jakarta, Kamis (23/06/2022). ANTARA/Agatha Olivia/aa.

Dipicu Kenaikan Harga BBM, BI Prediksi Inflasi 2022 Tembus 6%

Kamis, 22 Sep 2022 | 16:39 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun ini bisa tembus 6% setelah harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan per September 2022.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, penyesuaian harga BBM memberikan dampak second round effect terhadap kenaikan tarif angkutan umum hingga permintaan barang lainnya.

Baca juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, ADB Proyeksi Inflasi Tembus 4,6%

Oleh karena itu, kenaikan inflasi akan meningkat tinggi pada  bulan September. Adapun pemerintah baru menerapkan penyesuaian harga BBM sejak (3/9) lalu.

"Penyesuaian harga BBM, khususnya Pertalite dan Solar tidak hanya berdampak langsung tetapi juga tidak langsung. Sehingga akan terjadi second round effect yang berlangsung 3 bulan dan karenanya kemungkinan inflasi akan meningkat," ucapnya dalam Konferensi Pers RDG, Kamis (22/9).

Baca juga: Bunga Acuan Naik, IHSG Malah Melompat hingga Tiga Saham Auto Reject Atas

Menurut hitungan bank sentral, peningkatan harga BBM akan memberi tambahan inflasi sebesar 1,8-1,9%. Dengan demikian, inflasi IHK pada akhir tahun 2022 akan lebih dari 6% secara tahunan atau year on year (yoy).

Dengan kondisi ini, Perry memperkirakan, inflasi September 2022 bisa mencapai 5,89% yoy. Sedangkan pada Oktober, November, dan Desember, diperkirakan peningkatan inflasi tidak akan terlalu besar dan akan berlanjut melandai atau hanya dari dampak rambatan saja.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Ikut Naik, Rupiah Makin Ambles

"Dalam konteks seperti ini kenapa langkah pengendalian  perlu dilakukan sisi pasokan maupun dari sisi permintaan. Untuk sisi pasokan berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo saat rakornas TPIP dan TPID, BI melakukan Gernas Inflasi Pangan di 14 daerah, tapi Pemda tidak hanya kendalikan inflasi pangan dan tarif angkutan umum"ucapnya.

Dengan koordinasi yang terus dipererat, Perry berharap, kenaikan inflasi dapat lebih terkendali dan akan terus melandai pada beberapa bulan kedepan hingga paruh ketiga di Kuartal III 2023.

Selain itu, kebijakan BI dengan mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) bulan ini dan 25 bps bulan lalu sebagai upaya untuk menjangkau inflasi dan ekspektasi inflasi ke depan.

"Itu langkah kenapa kami putuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps secara front loading lebih besar di awal, preemptive sebelum kejadian dan melihat ke depan kemungkinan kenaikan forward looking atas ekspektasi inflasi," tegasnya.

Advertisement

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com