Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati setelah mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR pada Kamis (22/09/2022).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati setelah mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR pada Kamis (22/09/2022).

Demi Tol Sumatera dan Garuda, Kemenkeu Ajukan Tambahan PMN Rp 15,5 Triliun

Kamis, 22 Sep 2022 | 16:48 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan tambahan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 15,5 triliun untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Hutama Karya (Persero), serta Badan Bank Tanah. Tambahan ini akan diambil dari cadangan pembiayaan investasi tahun anggaran 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Garuda Indonesia akan menerima tambahan PMN sebesar Rp 7,5 triliun yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan maintenance, restorasi, maintenance reserve, dan modal kerja. PMN akan diberikan melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). PMN akan diberikan setelah kesepakatan perdamaian dengan kreditur disahkan melalui putusan homologasi.

Baca juga: 2023, Banggar Setujui PMN BUMN Rp 45,84 Triliun

"PMN masuk sesudah balance sheet Garuda lebih manageable dan negosiasi dengan kreditur sudah dilakukan dan disahkan dalam putusan pengadilan homologasi dan juga ada rencana melakukan right issue,” ucap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR pada Kamis (22/9).

Advertisement

Tambahan PMN kepada Garuda Indonesia dalam rangka mendukung upaya penyelamatan penerbangan nasional yang akan diimplementasikan setelah rencana perdamaian PKPU Garuda di homologasi. Kemudian kami melihat adanya peranan penting perseroan dalam menjaga tingkat aksesibilitas dan konektivitas antar pulau di Indonesia. PMN diberikan untuk menangkap peluang pemulihan tren jumlah penumpang pesawat secara nasional sebesar 131 juta penumpang diperkirakan akan ada pada tahun 2026. Rencana penggunaan PMN yaitu Rp 4,5 triliun (60 %)dari PMN untuk Garuda Indonesia akan digunakan untuk restorasi dan pengelolaan, serta Rp 3 triliun (40%) sisanya akan diberikan sebagai tambahan modal kerja.

“Momentum homologasi sudah diperoleh dan internal pemerintah kami dari tim privatisasi di bawah Menko Perekonomian sudah membahas tahap-tahap penyehatan garuda. Untuk right issue ada semacam urgensi, dari sisi manajemen sudah menyiapkan corporate governance dan proses yang berhubungan dengan bursa,” ungkap Sri Mulyani.

Baca juga: Erick Sukses Buktikan PMN ke BUMN sangat Produktif dan Strategis

Kemenkeu juga mengajukan tambahan anggaran Rp 7,5 triliun untuk Hutama Karya. Sebelumnya perseroan sudah menerima PMN sebesar Rp 23,85 triliun, sehingga total tahun 2022 ini menerima PMN sebesar Rp 31,3 triliun.

“Hutama Karya memecahkan rekor PMN sampai Rp 31,3 triliun untuk satu perusahaan. PMN ini tentu dengan tujuan menyelesaikan berbagai konstruksi terutama jalan tol Sumatera tahap I, kami akan terus melakukan beberapa indikator kinerja seperti yang disampaikan oleh Komisi XI,” kata Sri Mulyani.

Sedangkan Badan Bank Tanah juga akan mendapatkan PMN sebesar Rp 500 miliar untuk perolehan tanah seluas 14.086 hektare dan pengembangan tanah 444,5 hektare dan untuk tambahan modal kerja. “Pembentukan badan bank tanah merupakan suatu mandat yang sesuai Undang Undang Cipta Kerja,” imbuh Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama , Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan, anggaran sebesar Rp 7,5 triliun bukan untuk membayar hutang namun untuk bayar sewa, bayar avtur, perawatan pesawat, hingga modal kerja . Saat pandemi Covid-19, terjadi penurunan mobilitas masyarakat dan berdampak pada operasional penerbangan.

Baca juga: PMN dapat Pacu Kinerja BUMN, Peran Menteri Erick Diapresiasi  

“PMN yang akan didapatkan nanti, digunakan untuk memperbaiki pesawat yang masuk hanggar. Tadinya ada beberapa pesawat yang masuk hanggar dan sudah waktunya diperbaiki. Tahun ini kita berharap 66 pesawat ,sekarang 38 (yang beroperasi) berarti sisanya (28) yang ada di dalam hanggar,” ucap Irfan.

Dia mengatakan, Garuda Indonesia memegang mandat dalam konektivitas antar pulau, namun dalam menjalankan mandat tersebut perusahaan juga harus memiliki keuntungan. Saat ini pihaknya sedang melakukan harmonisasi antar aksesibilitas rute dengan upaya menghadirkan keuntungan bagi perusahaan. “Sekarang menyeimbangkan antara profitabilitas dan akses ini yang harus kita jaga,” kata Irfan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com