Menu
Sign in
@ Contact
Search
Dirut BKI Rudiyanto. (Ist)

Dirut BKI Rudiyanto. (Ist)

Tingkatkan Nilai Ekspor, BKI Dorong Hilirisasi Produk Perkebunan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:07 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI yang tergabung dalam Forum Komunikasi Dewan Komoditas Perkebunan menyadari bahwa perekonomian nasional perlu diselenggarakan berdasarkan asas demokrasi dengan prinsip kebersamaan efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan, lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional sesuai dengan Undang Undang No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Untuk lebih mendalami pernyataan itu, BKI bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian dan anggota Forum Komunikasi Dewan Komoditas Perkebunan lainnya mengadakan seminar nasional bertajuk “Peran Standarisasi dan Produktivitas Hasil Komoditas Perkebunan dalam Meningkatkan Nilai Ekspor Nasional” pada Kamis (29/9/2022) di Graha BKI.

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Mitra Bisnis, BKI Gelar Sertifikasi Juru Las Gratis

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam sambutan di seminar tersebut menyatakan, “Salah satu kebijakan yang saat ini sedang difokuskan oleh pemerintah adalah hilirisasi komoditas, tidak terkecuali sektor pertanian dan perkebunan. Terlebih, saat ini dunia sedang menghadapi berbagai krisis dan tantangan global. Maka dari itu, pemerintah fokus untuk memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan komoditas pertanian,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, pada kuartal 2 tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor pertanian, dengan proporsi sebesar 12,98%. Pertanian sendiri menjadi sektor paling tangguh terhadap pandemi covid 19 dan mampu menambah penyerapan tenaga kerja sebesar 50 ribu.

Dalam seminar ini, Airlangga Hartarto juga mengesahkan Deklarasi Hari Komoditas Perkebunan yang digalakkan oleh Dewan Komoditas Perkebunan dan Kadin Indonesia. Ke depan, Hari Komoditas Perkebunan ini akan diperingati setiap tahunnya pada tanggal 29 September.

Airlangga juga menambahkan jika besarnya peran sektor pertanian terhadap perekonomian nasional didukung oleh kontributor utama dari subsektor perkebunan. Subsektor perkebunan sendiri menyumbang sebesar 27% terhadap PDB pertanian, yaitu sekitar Rp. 560 triliun. Tidak hanya itu, subsektor perkebunan juga menyerap sebesar 44% di tenaga kerja pertanian, dan 15% dari tenaga kerja nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BKI sebagai Ketua Pelaksana Seminar sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Peningkatan Produktivitas, Rudiyanto mengatakan jika saat ini produk hasil komoditas perkebunan di hulu belum berkolaborasi dengan industri hilir. Meskipun hasil komoditas perkebunan telah berkontribusi besar terhadap devisa negara dan perekonomian nasional dan daerah.

“Melalui acara ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan standar produktivitas komoditas perkebunan di hulu, menjadikan komoditas perkebunan dan turunannya lebih diterima, sehingga akan meningkatkan ekspor dan investasi di dalam negeri,” ucap Rudiyanto.

Sejalan dengan pernyataan di atas, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian, Bobby Gafur Umar mengatakan sektor perkebunan adalah salah satu sektor dengan pangsa terbesar dan sumber mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sub sektor perkebunan mengelola sekitar 129 komoditas perkebunan dan hanya 8 komoditas strategis antara lain kopi, karet, kelapa sawit, teh, kakao, kelapa, rempah dan atsiri yang berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional. Kinerja ekspor komoditas perkebunan yang didominasi sawit dan karet tercatat tumbuh tinggi.

“Komoditas perkebunan sebagai sumber pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja petani, mendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah, maupun penyangga kelestarian lingkungan,” pungkas Bobby.

Mendukung pernyataan Bobby, menurut Ketua Komite Tetap Standarisasi dan Produktivitas, A Aziz Pane, perkebunan telah memberikan manfaat yang besar dalam berbagai bidang, tak terkecuali devisa negara. Sub sektor perkebunan seperti karet dan kelapa sawit telah menyumbangkan devisa negara lebih dari 350 triliun rupiah. Kontribusi ini akan menjadi jauh lebih besar bila diakumulasikan dengan devisa dari komoditi, kopi, kakao, lada, kelapa  dan komoditas perkebunan lainnya yang diolah di industri hilir dalam negeri.

Baca juga: BKI Dukung Penggunaan Kendaraan Listrik di Lingkungan BUMN

“Dengan melakukan hilirisasi, dapat membantu meningkatkan produktivitas dimana akan meningkatkan kesejahteraan petani perkebunan. Industri komoditi perkebunan dengan produsen harus sama-sama diuntungkan. Contohnya seperti, perusahaan akan merasa terbantu dalam penyediaan bahan baku, sementara pekebun akan lebih bersemangat dalam memproduksi karena kepastian pangsa pasar,” tukas Aziz.

Jumlah peserta acara seminar ini sekitar 150 peserta yang sebagian besar merupakan pengurus dewan-dewan komoditas perkebunan beserta pelaku usaha, jajaran pelaksana seminar dari PT BKI (Persero), jajaran pengurus Kadin Indonesia, instansi swasta maupun pemerintah pusat dan daerah, peneliti, perguruan tinggi serta akademisi.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com