Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

BKPM Kaji Potensi Investasi 2023

Senin, 24 Okt 2022 | 20:58 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menargetkan realisasi investasi Rp 1.400 triliun pada 2023. Untuk mewujudkan target itu, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah mengkaji potensi-potensi investasi yang akan terjadi tahun depan, baik investasi baru maupun investasi pegembangan dari yang sudah ada sebelumnya.

“Kami sedang menyusun perusahaan-perusahaan apa saja yang akan datang di 2023 untuk melakukan investasi dan perusahaan-perusahaan apa aja yang sekarang sudah existing yang tetap akan melanjutkan investasi,” ucap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi BKPM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2022 di Jakarta, Senin (24/10/2022).

Banyak pihak, termasuk lembaga keuangan internasional Dana Moneter Internasional (IMF), memperkirakan akan terjadi resesi pada ekonomi global pada 2023. Hal tersebut dikhawatirkan bisa berdampak pada perekonomian nasional tahun 2023. Pemerintah telah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar 5,3%.

Hingga kini, kata Bahlil, investasi menjadi salah satu komponen penopang terbesar pertumbuhan ekonomi domestik. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, maka perlu ada stabilitas politik maupun ekonomi. Dia mengatakan, prioritas tahun 2023 adalah untuk mempertahankan ekonomi sebagai upaya menjaga kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

"Kalau saya ditanya, prioritas sekarang urus orang makan dulu, penciptaan lapangan pekerjaan supaya orang bisa dapat duit, pergi ke rumah sakit, anaknya bisa bayar sekolah, dan bisa bayar makan daripada ribut yang enggak jelas," papda Bahlil.

Di tengah ketakutan akan resesi global pada 2023, ia tetap optimistis mampu mencapai target investasi 2023. Namun, sikap optimisme itu tetap dengan memperhatikan faktor pendorong investasi di Indonesia. Target investasi Rp 1.400 triliun bukan merupakan target kecil, karena Rp 200 triliun lebih tinggi dari target investasi 2022 yang sebesar Rp 1.200 triliun.

"Kalau tahun depan jujur saja masih gelap. Ekonomi 2023 itu gelap. Ini serius, tidak main-main. Target kita tahun depan Rp 1.400 triliun, naik. Tapi saya belum bisa pastikan. Apakah optimistis? Kami harus optimistis, tapi ‘kan optimisme yang terukur. Jangan optimisme membabi buta," tandas Bahlil.

Sedangkan untuk 2022 ini, Bahlil optimistis bisa mencapai target realisasi investasi sebesar Rp 1.200 triliun. Kementerian Investasi/BKPM sudah memiliki data-data perusahaan yang investasinya sudah akan dikejar hingga akhir tahun 2022.

"Perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan investasi, yang sudah 60%, 70 %, yang mereka harus kejar target sampai akhir tahun. Kami sudah hitung by name, jenis usahanya, investasinya, closing selesainya kapan. Kami sudah punya data itu. Jadi, tahun ini kami optimistis mencapai target Rp 1.200 triliun," pungkas Bahlil.


 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com