Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. (Dok. Mirae Asset Sekuritas)

Ilustrasi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. (Dok. Mirae Asset Sekuritas)

Mirae Asset Sekuritas : Ekonomi Indonesia Tetap Stabil, Meski Suku Bunga Tren Naik

Kamis, 3 Nov 2022 | 16:46 WIB
Yunia Rumalina (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Indonesia diyakini masih memiliki sejumlah sentimen positif dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang baik, meskipun dunia sedang dilandan kenaikan tingkat suku bunga dan resesi. Tetap membaiknya perekonomian domestik didukung penjualan dalam negeri dan daya beli masyarakat yang tetap baik.

Baca juga: BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III di Atas 5,5%

Senior Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, kenaikan suku bunga negara-negara di dunia memang berimbas negatif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya kenaikan FRR di Amerika Serikat (AS).

”Kenaikan suku bunga diperkirakan berdampak pada sektor perbankan, sehingga bisa memicu koreksi saham sektor ini. Penurunan saham tersebut tentu berdampak besar terhadap ISHG, karena saham sektor perbankan menjadi penyumbang terbesar terhadap indeks,”ungkap Rully dalam keteranganya, Kamis(3/11/2022).

Advertisement

Baca juga: Makin Impresif, Ekonomi Indonesia Kuartal III Diprediksi Tumbuh 5,85%

Fluktuasi IHSG, terang dia, juga dipengaruhi atas volatilitas nilai tukar, sehingga Rupiah berpengaruh terhadap arus modal asing keluar masuk. Rully menambahkan, jika The Fed melakukan current flow atau menjual, investor harus hati-hati  atau lebih spesifik terhadap kinerja saham yang dipilih  ditengah ketidakpastian .

“Selain itu, pemilihan saham melihat dari segi likuiditas yang lumayan bagu dan dari sisi forentnya. Sedangkan saham pilihan yang tepat saat kondisi seperti ini adalah sektor perbankan dan batu bara,”tuturnya.

Baca juga: Menkeu: Belanja Negara Topang Ekonomi Kuartal IV

Terkait ekspor, dia mengatakan, Indonesia mencatatkan perlambahan pertumbuhan menjadi 20,3% menjadi US$ 24.8 miliar pada September 2022, dibandingkan Agustus 2022 sebesar 29,9% YoY atau US$ 27,9 miliar.

Sedangkan impor terkontraksi sebesar 11% MoM pada menjadi US$ 19,8 miliar pada September, dibandingan Agustus 2022 sebesar 9% senilai US$ 22,2 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com