Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana di terminal bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Suasana di terminal bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Arus Peti Kemas Terus Meningkat, Pelaku Usaha Logistik Harus Lakukan Ini

Rabu, 9 Nov 2022 | 08:20 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - International Federation of Freight Forwarders Association Regional Asia Pacific (FIATA RAP) terus mendorong perluasan jaringan kerja sama antara pelaku usaha logistik dengan menyelenggarakan berbagai event untuk memperkenalkan konsep pertemuan B2B (B2B meeting concept) dan mendorong anggotanya untuk menerapkan konsep tersebut.

Menurut Chairman FIATA RAP Yukki Nugrahawan Hanafi, hal ini penting dilakukan untuk merespons arus perdagangan peti kemas yang terus mengalami peningkatan.

Pandemi Covid 19, menurutnya, telah mempengaruhi semua aspek kehidupan. Perubahan permintaan, misalnya, menciptakan adanya alternatif baru dalam pemenuhan kebutuhan. Bahkan, cara orang dalam membeli barang-barang yang mereka perlukan juga telah mengubah cara memproduksi barang pada sisi lainnya.

Baca juga: ALFI Minta Pemindai X-Ray Peti Kemas Impor Jalur Merah di Priok Jadi Mandatory

Advertisement

“FIATA RAP telah mendorong semua anggota untuk mencoba merespons isu-isu tersebut dan mendorong adanya langkah-langkah adaptif dalam bisnis logistik,” kata Yukki kepada wartawan, Selasa (8/11/2022).

Dia pun mengamini hampir semua sektor, termasuk sektor logistik, telah beradaptasi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi.  Adaptasi cepat yang dilakukan perusahaan logistik juga didorong oleh peningkatan volume produksi barang yang didorong oleh terus meningkatnya tingkat konsumsi di regional Asia Pasifik.

Bahkan peningkatan produksi dan volume tersebut telah menjadi faktor kunci percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. Peningkatan produksi dan tingkat konsumsi juga telah berpengaruh terhadap aktivitas logistik.

Menurut Yukki, logistik merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi. Karena itu, seyogyanya layanan logistik untuk selalu beradaptasi mengikuti perkembangan-perkembangan terbaru.

Yukki menggarisbawahi sejumlah isu yang berdampak signifikan terhadap layanan logistik, termasuk perkembangan perdagangan e-commerce. Cold chain distribution, isu lingkungan, digitalisasi, dan lain-lain.

“Inilah yang menjadi dasar mengapa FIATA RAP terus melakukan berbagai event agar berbagai pelaku usaha logistik bisa bersama-sama berkembang dalam tantangan-tantangan tersebut,” kata Yukki.

Dia mengungkapkan, FIATA RAP sedang dalam proses untuk meningkatkan network antara pelaku logistik dengan menyelenggarakan konsep pertemuan B2B (B2B meeting concept). Hal ini akan mendorong peningkatan cakupan layanan logistik dan juga untuk meningkatkan penerapan aplikasi teknologi oleh para logistics providers. Dengan melakukan hal tersebut, proses recovery usaha bidang logistik pasca pandemi bisa berlangsung lebih cepat.

FIATA RAP, menurut Yukki, juga berupaya mendorong setiap perusahaan logistik untuk selalu meningkatkan level of service mereka.

Perkembangan IT terkini dalam sektor logistik dan supply chain, turunnya ongkos angkut (freight rate), membaiknya masalah kelangkaan kontainer, keberimbangan volume perdagangan antara kawasan merupakan kabar-kabar baik yang bisa mempercepat pemulihan sektor logistik.

Yukki juga menggarisbawahi, kerja sama B2B antara anggota FIATA akan mendorong peningkatan kinerja sektor logistik.

Yukki juga menegaskan bahwa FIATA RAP perlu connect dan menyatu dengan industri agar bisa memberikan nilai tambah pada produk-produk yang ditawarkan ke konsumen. Layanan satu pintu (one stop service) dengan memberikan layanan multimoda dipastikan akan memberikan nilai tambah kepada customer.

FIATA RAP siap untuk membantu dan menfasilitasi semua anggota dalam dalam memanfaatkan moment kembali bergairahnya bisnis logistik pasca pandemi.

“Selama kongres FIATA (FIATA World Congress), kami merekomendasikan perlu adanya langkah-langkah cepat dan akurat dalam layanan logistik sehingga bisa mendukung pembangunan ekonomi pascapandemi. Bersama dengan seluruh anggota FIATA di seluruh dunia, kami kerap membangun partnership dan kolaborasi sehingga bisa memberikan benefit bagi semua anggota,” jelas Yukki.

Baca juga: Jelang Gelaran Superbike Seri Mandalika, 176 Ton Logistik Tiba di Bandara Internasional Lombok

Banyak yang mempertanyakan bagaimana kinerja bisnis logistik pasca pandemi. Namun, perlu diningat bahwa kebiasan manusia tidak akan berubah dengan cepat. Setiap orang masih melakukan aktivitas konsumsi, melakukan perjalanan, keluar rumah dan ketemu teman, yang mana semua aktivitas ini memerlukan layanan logistik. Bahkan selama pandemi, aktivitas logistik untuk mendistribusikan vaksinasi sangat diperlukam.

Karena itu Yukki mendorong setiap anggota untuk memanfaatkan setiap momentum yang ada, baik selama pandemi maupun pascapandemi. Yukki juga mengapresiasi kepada KIFFA dan semua asosiasi di Asia atas semua upaya, masukan, dan kerja sama dengan FIATA.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com