Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan memberikan pengarahan di hari ketiga Industrial Vocational Week (IVW) 2022

Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan memberikan pengarahan di hari ketiga Industrial Vocational Week (IVW) 2022

Perkuat Pendidikan Vokasi, BPSDMI Kemenperin Gandeng Kadin 

Kamis, 24 November 2022 | 20:07 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian (BPDSMI Kemenperin) menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kompeten pada sektor industri dengan memperkuat pendidikan vokasi.

Kerja sama tersebut dituangkan melalui rangkaian acara Industrial Vocational Week (IVW) 2022 hari ketiga dalam diskusi berjudul Peran Kadin Indonesia–Kadinda dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan menuturkan, masih banyak pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi nasional yang masih perlu dibenahi, di antaranya kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi yang masih belum selaras dengan kebutuhan industri, sehingga industri belum sepenuhnya mendapat pasokan SDM yang sesuai dengan kebutuhan.

"Untuk mendukung ketersediaan SDM Industri kompeten pada sektor industri, saya mendorong Kadin Indonesia menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan dan pelatihan vokasi," ucap Arus dalam diskusi yang diadakan, Rabu (23/11/2022).

Pada diskusi tersebut, dia menuturkan, ada lima instrumen penting dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi dipaparkan, yakni terkait analisis biaya dan manfaat kegiatan vokasi, pelatihan pelatih di tempat kerja, program perbaikan kemitraan, instrumen asesmen produktivitas, dan super tax deduction untuk kegiatan vokasi.

"Kami berharap hal ini dapat menjadi inspirasi Kadin di seluruh Indonesia dalam mendorong penyelenggaraan pendidikan pelatihan vokasi secara nasional, sehingga menjadi semakin berkualitas," tutup Arus.

Kadin Indonesia, kata dia, merupakan representatif dari sektor swasta untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan pendidikan vokasi industri. Demi mengembangkan pendidikan vokasi tersebut, salah satu hal yang ditekankan oleh Kadin Indonesia adalah menyiapkan standardisasi kegiatan magang.

"Kalau kita bicara vokasi, maka kita bicara sisi supply dan demand. Internship atau magang adalah pintu masuk untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dari sisi supply dan industri dari sisi demand. Dengan demikian, Kadin bekerja sama dengan politeknik di Indonesia dengan menyiapkan standardisasi kegiatan magang," jelas Heru Dewanto, sekretaris kelompok kerja bokasi Kadin Indonesia.

Heru menambahkan, seluruh politeknik dan vokasi di Indonesia saat ini sudah memiliki persepsi yang sama terkait kegiatan magang, di mana mahasiswa yang melakukan kegiatan magang selama 1 semester akan mendapatkan 20 SKS.

"Standar ini sudah diadopsi dan disebarkan ke seluruh sekolah vokasi dan politeknik di Indonesia. Kemudian pada sisi demand, bagaimana seluruh industri di Indonesia bisa berperan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berbasis industri," tambah dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com