Menu
Sign in
@ Contact
Search

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar
Sumber: Istimewa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar Sumber: Istimewa

Pemerintah Adopsi Metode UNDP dalam Membangun Perdesaan

Kamis, 24 November 2022 | 20:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah akan mengadopsi metodologi social innovation platforms (SIP) yang dikembangkan United Nations Development Programme (UNDP) dalam membangun perdesaan. Tujuannya agar tidak ada pihak yang tertinggal dalam pembangunan perdesaan.

Dengan konsep co-creation, kebutuhan dan masalah yang dihadapi masyarakat secara keseluruhan akan lebih banyak dieksplorasi. Ini menjadi acuan untuk melakukan pembangunan di desa. “Prinsipnya adalah no one left behind atau tidak boleh ada satupun warga desa yang terlewatkan partisipasinya dalam pembangunan desa,” ucap Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi (PDTT) Abdul Halim, Kamis (24/11).

Dalam dua tahun terakhir, lanjut dia, Kementerian Desa PDTT (Kemendes PDTT) telah mengadopsi metodologi SIP di Gorontalo dan Sukabumi. Sistem ini dinilai berhasil dan sangat berpengaruh pada pembangunan desa. Oleh karena itu, SIP akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar dan disandingkan dengan program transformasi ekonomi kampung terpadu (TEKAD).

“Kami mengakui pentingnya pembangunan pedesaan Indonesia. Saya berharap bahwa dengan bekerja sama, kita dapat membuat kumpulan praktik terbaik yang memungkinkan kita memberdayakan komunitas ini secara demokratis dan memajukan pembangunan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Halim.

Metodologi SIP dikembangkan UNDP bersama Agirre Lehendakaria Center (ALC) dengan beberapa langkah. Selain co-creation, metodologi SIP ini juga dilaksanakan dengan beberapa langkah lainnya. Di antaranya system mapping, listening process, collective sensemaking, prototyping, dan scaling. Kompleksitas ini merupakan upaya pendekatan berbeda dalam pembangunan desa. Sebab dilakukan pendekatan mendalam tentang apa saja yang benar-benar dibutuhkan seluruh warga.

Langkah ini disambut baik UNDP yang menekankan persamaan prinsip dengan Kemendes PDTT untuk melibatkan semua aktor masyarakat dalam proses pembangunan desa.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura optimistis, pembangunan di desa semakin merata dan tepat sasaran, seiring dengan banyaknya kawasan yang dibangun dengan metodologi tersebut. “Melibatkan semua anggota komunitas sangat penting,” tandas Shimomura.

Selain itu, dengan mengadopsi metodologi SIP, maka tidak akan dibiarkan siapa pun keluar dari proses perencanaan pembangunan desa. "Upaya kami bergantung pada keterlibatan setiap anggota masyarakat, dan saya harap kami dapat melakukan hal yang sama di negara lain di kawasan ini dan sekitarnya,” ucap Shimomura. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com