Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Vassilis Gkatzelis dalam konferensi IdeaFest 2022. (ist)

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Vassilis Gkatzelis dalam konferensi IdeaFest 2022. (ist)

Disrupsi Jadi Katalisator Inovasi dan Perubahan

Senin, 28 Nov 2022 | 21:55 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Disrupsi, baik dalam konteks positif maupun sebaliknya, menuntut para pelaku bisnis untuk mampu melakukan inovasi. Artinya, disrupsi menjadi katalisator inovasi dan perubahan.

Umumnya, inovasi yang bersifat disruptif datang dari pemain baru, seperti perusahaan rintisan. Namun, perusahaan besar pun perlu ambil bagian dalam berinovasi.

“Faktanya adalah kesempatan datang kepada mereka yang terus berinovasi. Kita perlu memikirkan hal yang tidak terpikirkan, mulai bermimpi, dan melampaui apa yang bisa kita lakukan hari ini,” ungkap Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Vassilis Gkatzelis dalam konferensi IdeaFest 2022, Minggu (27/11/2022).

Dia menerangkan, sains dan teknologi berperan penting bagi industri dalam mewujudkan inovasi, termasuk inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan. Ada berbagai contoh produk dan layanan inovatif yang menawarkan alternatif yang lebih baik untuk kehidupan.

Advertisement

“Industri otomotif berinovasi melalui kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih baik bagi lingkungan. Contoh lainnya adalah energi terbarukan, seperti turbin angin dan panel surya, yang berpotensi mengurangi emisi karbon dan melindungi planet kita,” jelas Vassilis.

Oleh karena itu, dia menegaskan bisnis perlu melakukan inovasi. Sebab, inovasi akan membawa pertumbuhan positif bagi bisnis.

“Pada saat yang sama, disrupsi inovasi hanya dapat berkembang dalam lingkungan dan ekosistem yang mendukung. Oleh karena itu, sebagai enabler, kebijakan berbasis sains yang inklusif dapat memainkan peran kunci dalam mempercepat inovasi yang mengganggu,” jelas dia.

Dalam menghadapi disrupsi, perusahaan induk Sampoerna, Philip Morris International (PMI), telah mengembangkan produk tembakau bebas asap.

Di sisi lain, inovasi dalam disrupsi juga dilakukan oleh Kopi Kenangan. Dalam kesempatan yang sama, CEO sekaligus co-founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata menuyatakan, pada masa pandemi, bisnis Kopi Kenangan mengalami kerugian karena tidak mendapatkan pengunjung selama pemberlakuan pembatasan.

“Kita tentunya mempunyai banyak masalah karena toko kita di sekitar SCBD tidak ada konsumen. Tetapi, di sini kita sangat penting untuk resilien,” kata dia.

Dia menegaskan, tidak mungkin ada bisnis yang tidak menghadapi masalah. Oleh karena itu, permasalahan tersebut perlu dihadapi. Adapun dalam menghadapi krisis selama pandemi, Edward menjelaskan bahwa Kopi Kenangan melakukan berbagai strategi.

“Dari situ, pada 2020, ketika badai PHK, kita menjadi merek yang tidak akan pernah PHK. THR dibayar. Tahun lalu, seluruh co-founder dan CEO dibayar Rp 1 saja. Itu menjadi komitmen kita untuk menjadi backup baik kepada customer maupun employee kita,” tegas dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com