Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (kiri) dan Ketua Umum Masyarakat Ketenagalisstrikan Indonesia Evy Haryadi saat ajang Hari LIstrik Nasional di Jakarta, Selasa (29/11/2022). Foto: Fajar Widhi/Investor Magz

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (kiri) dan Ketua Umum Masyarakat Ketenagalisstrikan Indonesia Evy Haryadi saat ajang Hari LIstrik Nasional di Jakarta, Selasa (29/11/2022). Foto: Fajar Widhi/Investor Magz

Dapat Komitmen US$ 20 M di Transisi Energi, Pemerintah Siapkan 'Comprehensive Investment Plan'

Selasa, 29 Nov 2022 | 17:08 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Sektor kelistrikan dan industri minyak dan gas diketahui menyumbang emisi gas CO2 sebesar 550 juta ton. Sementara untuk sub sektor ketenagalistrikan diketahui menyumbang emisi CO2 sebesar 240 juta ton.

“Pemerintah ke depan akan memastikan sektor-sektor di energi dan sumber daya alam, khususnya sub sektor ketenagalistrikan fokus pada pencapaian target net zero emission pada 2060,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, di sela ajang gelaran Hari Listrik Nasional Ke-77 tahun 2022 (HLN ke-77) dengan tema "Post G20 Summit : Energy Transition Road Map To Achieve Net Zero Emission In 2060 di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Disampaikan Dadan, hingga tahun 2030, pemerintah dibantu para pelaku industri di subsektor ketenagalistrikan bakal berupaya menjaga tingkat emisi di tingkat 290 juta ton CO2, dari proyeksi total emisi CO2 di sub sektor terkait sebesar 350 juta ton.

“Hal ini bisa kita lakukan dengan dukungan skema-skema pembiayaan termasuk donor dari program-program yang disiapkan oleh sejumlah negara termasuk G20. Tanpa adanya bantuan dari luar, kemungkinan sub sektor ketenagalistrikan masih akan menyumbang emisi sebesar 350 juta ton di 2030. Kita berharap bisa memangkas tingkat emisi hingga sebesar 67 juta ton di 2030,” ujar Dadan.

Advertisement

Sejumlah skenario dan langkah menurut Dadan telah disiapkan pemerintah, termasuk mendorong PT PLN Persero untuk melakukan early retirement pembangkit listri berbasis fosil di masa mendatang.

“Memang dibutuhkan investasi yang tak sedikit, sekitar 700 miliar dolar untuk menuju net zero emission pada tahun 2060. Tapi jangan menilai upaya ini hanya sebatas langkah pencarian dana berupa utang. Karena ini juga investasi yang akan berimplikasi positif pada perekonomian negara,” imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut Dadan, dari sejumlah negara mitra yang tergabung dalam International Partner Group, PT PLN telah mendapatkan komitmen pinjaman dari sejumlah lembaga, salah satunya fasilitas green loan sebesar US$ 750 juta dari beberapa bank internasional, dan dari Just Energy Transition Program (JETP) sebesar US$ 20 miliar.

“Dalam waktu 3-6 bulan ke depan, kami akan susun Comprehensive Investment Plan. Isinya tak terbatas pada rencana early retirement PLTU milik PLN. Tapi juga pengembangan industri ketenagalistrikan khususnya dari energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” ujar Dadan.

Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dalam kesempatan yang sama juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pencapaian target net zero emission pada 2060. “Sejauh ini kami terus berupaya untuk bergerak ke arah carbon neutral lewat sejumlah langkah seperti carbon capture. Memang di beberapa bagian masih terasa sulit. Kita masih membutuhkan energi fosil. Tapi ke depan kita akan turunkan kadarnya, sambil melakukan carbon capture,” ujar Nicke.

Terkait Hari Listrik Nasional Ke-77, disampaikan Noesita Indriani, Ketua Panitia HLN ke-77 tahun, setelah G20 Summit lewat pelaksanaan Hari Listrik Nasional Ke-77 diharapkan dapat tersampaikan informasi seluas-luasnya pada pemangku kepentingan dan masyarakat luas terkait hasil dan tindak lanjut G20 Summit. Khususnya pada sektor energi khususnya subsektor kelistrikan,

Seminar dan Pameran HLN ke 77 dibuka oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mewakili Menteri ESDM Arifin Tasrif yang berhalangan hadir. Acara ini diperkirakan diikuti 500 peserta dari berbagai industri ketenagalistrikan, dan menghadirkan lebih dari 30 peneliti dan ahli di sektor energi dan ketenagalistrikan baik nasional maupun internasional. Gelaran HLN ini diharapkan bisa dijadikan ajang berbagi informasi, pengetahuan, dan teknologi terkini. “Lebih dari 30 exhibitor akan memamerkan teknologi-teknologi terakhir terkait Transisi Energi,” kata Noesita.

Sementara itu Ketua Umum Masyarakat Ketenagalisstrikan Indonesia Evy Haryadi yang baru saja terpilih pada Munas MKI ke IX pada 21 November 2022 lalu menjelaskan, dengan mengusung Sub-Tema Utilizing The Decarbonization Flexible Technology For Grid Stability (Memanfaatkan Teknologi Dekarbonisasi yang Fleksibel Untuk Stabilitas Grid), peringatan HLN ke-77 memberi penegasan kuat bahwa MKI mendukung pemerintah dan “stakeholder” ketenagalistrikan suntuk menindaklanjuti hasil-hasil G20 Summit di bidang Transisi Energi.

Menurut MKI, kesiapan para stakeholder untuk mengimplementasikan Transisi Energi menuju NZE 2060 melalui pengembangan EBT & Energi Bersih lainnya yang masif dan Dekarbonisasi serta teknologi pendukungnya dapat terlihat pada tema diskusi dan pameran 3 sponsor utama HLN ke-77 yaitu PLN, Pertamina dan Huawei.

Sementara itu PLN telah memberi sinyal kuat sejak meluncurkan program Pendorong Hijau “Green Boster” tahun 2020, RUPTL Hijau 2021-2030 dan “coal phase out” yang sudah menjadi bagian regulasi dari Perpres no 112/2022.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com