Menu
Sign in
@ Contact
Search
Warga melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Warga melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Tahun 2023 Menantang, Berikut 4 Strategi DJP Kumpulkan Penerimaan Pajak

Rabu, 30 Nov 2022 | 08:24 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

BATAM, Investor.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengakui tahun depan akan menjadi tahun yang menantang dalam mengumpulkan penerimaan pajak. Hal ini dipengaruhi atas adanya ancaman resesi ekonomi global pada 2023.

"Di 2023 akan jadi tahun menantang bagi DJP, perlu stsartegi penerimaan pajak, optimalisasi peneriaman pajak pada 2023," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Neilmaldrin Noor di Batam, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Penerimaan Pajak Oktober Rp 1.448,1 Triliun, Sri Mulyani: Naik Luar Biasa

Meski dihadapkan berbagai tantangan, DJP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga penerimaan pajak tahun 2023 sesuai target. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi penerimaan pajak melalui perluasan basis pajak dan penguatan strategi pengawasan serta tetap memberi support pada pertumbuhan investasi dan ekonomi.

Advertisement

Strategi yang pertama, optimalisasi perluasan basis pemajakan dengan melakukan tindak lanjut program pengungkapan sukarela dan implementasi NIK sebagai NPWP.

"Dengan NIK menjadi NPWP akan menambah basis pajak kita dengan pelayanan lebih mudah tidak perlu daftar NPWP kita harapkan bisa menambah wajib pajak," ucapnya.

Baca juga: 4 Tips Bagi UKM Permudah Proses Pelaporan Pajak

Strategi kedua adalah penguatan ekstensifikasi pajak serta pengawasan terarah dan berbasis kewilayahan. Dengan melakukan implementasi penyusunan daftar prioritas pengawasan, prioritas pengawasan atas WP high wealth individual berserta WP grup dan ekonomi digital.

Kemudian melakukan percepatan reformasi bidang SDM, organisasi, proses bisnis dan regulasi dengan persiapan implementasi core tax system, perluasan kanal pembayaran pajak, penegakan hukum yang berkeadilan serta pemanfaatan kegiatan digital forensic.

Di sisi lain, DJP juga akan menerapkan strategi insentif fiskal yang terarah dan terukur. Insentif pada 2023 akan ditujukan untuk mendorong pertumbuhan sektor tertentu dan memberikan kemudahan investasi.

Baca juga: Segini lho Pajak Kripto yang Mengalir ke Negara

"Insentif ini kita akan lakukan pemberian yang terukur dan terarah bertujuan untuk mendorong pertumbuhan, kita berikan ke sektor tertentu yang kita rasa perlu diberikan," ungkapnya.

Sebagaiaman diketahui, target penerimaan perpajakan di 2023 mencapai Rp 2.021,2 triliun merupakan target penerimaan perpajakan tertinggi sepanjang sejarah. Rinciannya Rp 1.718,0 triliun penerimaan pajak serta bea dan cukai Rp 303,2 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com