Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Pemerintah Gencar Tarik Dana Asing Masuk, tapi Pemda Justru Simpan Uang di Bank Rp 278 Triliun

Rabu, 30 Nov 2022 | 13:31 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo menekankan agar pemerintah daerah menggunakan anggaran belanja daerah secara optimal. Hingga saat ini tercatat dana pemerintah daerah masih mengendap Rp 278 triliun. Penumpukan dana ini dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Jokowi Minta Percepatan Pertumbuhan Realisasi Investasi

"Saya ingatkan, kita ini mencari uang dari luar agar masuk, terjadi peningkatan perputaran uang. Tapi uang kita sendiri yang ditransfer Menteri Keuangan ke daerah-daerah justru tidak dipakai. Biasanya tahun lalu di bulan-bulan seperti ini biasanya di kisaran Rp 210 sampai 220 triliun, pagi tadi, kita cek, uang yang ada di bank masih Rp 278 triliun," ucap Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 yang berlangsung secara hibrida di Hotel Ritz Carlton pada Rabu( 30/11).

Dia menuturkan, penumpukan belanja daerah ini akan mengurangi laju pertumbuhan ekonomi daerah. Padahal, pemerintah terus menggenjot laju investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi anggaran belanja daerah tidak digunakan.

Advertisement

Baca juga: Jokowi Desak Uang Pemda Rp 278 T di Bank Segera Dibelanjakan

"Situasi sangat sulit, tapi uangnya malah didiamkan di bank, tidak dibelanjakan, nilai besar Rp 278 triliun. Saya minta segera dibelanjakan, memang realisasi biasanya di akhir tahun. tapi ini kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ini sudah melompat tinggi sekali, ini cost of money ini, biaya uang ini gede banget, ini ada biayanya. Tahun lalu di akhir Oktober itu masih di angka 226 triliun, ini mencapai Rp 278 triliun," ucapnya.

Dia menuturkan realisasi belanja nasional sudah masuk ke angka 76% namun realisasi belanja daerah baru 62%. Masa penggunaan anggaran tinggal satu bulan lagi pada Desember 2022. Diharapkan dana belanja pemerintah pusat dan daerah bisa digunakan secara optimal agar memberikan efek positif ke pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Presiden Dewan Eropa ke Tiongkok di Tengah Tindakan Keras Atas Protes Covid-19

"Besok sudah Desember, artinya kita pontang-panting cari arus modal masuk lewat investasi, tapi uang yang ada di kantong sendiri tidak diinvestasikan, ini keliru besar, " tandas Joko Widodo.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com