Selasa, 21 Maret 2023

BI: Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Turun di Kuartal III

Nasori
26 Des 2022 | 12:54 WIB
BAGIKAN
Logo Bank Indonesia - 2
Logo Bank Indonesia - 2

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal III-2022 mencatat kewajiban neto yang menurun menjadi US$ 262 miliar atau 20% dari produk domestik bruto (PDB). Adapun pada kuartal sebelumnya, kewajiban neto tercatat US$ 270,5 miliar atau 21,3% dari PDB.

“Perkembangan ini dikontribusikan oleh penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) di tengah posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) yang relatif stabil,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (26/12/2022).

Posisi KFLN Indonesia menurun seiring dengan penurunan nilai instrumen keuangan domestik, di tengah surplus aliran masuk investasi langsung yang berlanjut. KFLN turun 1,2% dibanding triwulan sebelumnya (quartal-to-quartal/qtq) dari US$ 705,2 miliar menjadi US$ 696,8 miliar.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh faktor penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah. Hal ini mempengaruhi penurunan nilai instrumen keuangan domestik.

Advertisement

Sementara itu, transaksi KFLN tetap positif didukung oleh aliran masuk investasi langsung yang mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perbaikan ekonomi dan iklim investasi domestik yang terjaga.

Di sisi lain, ia menyebutkan posisi AFLN Indonesia relatif stabil. Pada akhir kaurtal III-2022, posisi AFLN tercatat sebesar US$ 434,7 miliar, relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada akhir kaurtal II-2022.

Kondisi tersebut didukung oleh posisi aset investasi portofolio dan investasi lainnya yang meningkat seiring penempatan aset swasta. Peningkatan posisi AFLN tertahan oleh faktor perubahan lainnya terkait penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama dunia dan penurunan harga beberapa aset luar negeri.

BI memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2022 tetap terjaga serta mendukung ketahanan eksternal, yang tercermin dari rasio kewajiban neto PII Indonesia terhadap PDB pada kuartal III tahun ini yang tetap terjaga di kisaran 20% atau turun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 21,3%.

Selain itu struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,9%) terutama dalam bentuk investasi langsung. Ke depan BI meyakini kinerja PII Indonesia akan tetap terjaga sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi COVID-19 yang didukung sinergi bauran kebijakan BI dan pemerintah, serta otoritas terkait lainnya.

Meskipun demikian, BI akan tetap memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

Editor: Nasori (nasori@investor.co.id)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 8 menit yang lalu

Meski Ditolak Demokrat dan PKS, DPR Setujui Pengesahan Perppu Cipta Kerja Jadi UU

Fraksi Demokrat dan PKS menjadi penolak pengesahan Perppu Ciptaker jadi UU
Market 17 menit yang lalu

Sektor Bank Melesat, Saham BMRI dan ARTO Juaranya

Saham BMRI dan ARTO pimpin penguatan saham sektor bank sepanjang hari ini.
Market 39 menit yang lalu

Top! Jelang Nyepi, IHSG Melesat 1,2%, Saham COAL Auto Reject Atas

IHSG melesat hingga 1,2% jelang libur Nyepi besok. Lompatan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan dan teknologi
International 55 menit yang lalu

Jaksa ICC: Surat Perintah Penangkapan Putin Berlaku Seumur Hidup

Surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin berlaku seumur hidup, dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Lifestyle 1 jam yang lalu

Tak Seberat Sebelumnya, Kenali Gejala Covid-19 Terkini

Gejala Covid-19 pada populasi umum saat ini tak seberat sebelumnya. Lalu bagaimana gejala Covid-19 terkini?
Copyright © 2023 Investor.id