Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Pajak Suryo Utomo di BNPB, Senin sore (27/4/2020). Sumber: BSTV

Dirjen Pajak Suryo Utomo di BNPB, Senin sore (27/4/2020). Sumber: BSTV

355 Ribu WP Sudah Manfaatkan Insentif Pajak Terkait Covid-19

Selasa, 16 Juni 2020 | 13:20 WIB
Nasori ,Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, hingga 12 Juni 2020, sekitar 355 ribu wajib pajak (WP) telah memanfaatkan insentif perpajakan yang disiapkan pemerintah bagi dunia usaha untuk memitigasi dampak dari pandemi Covid-19. Insentif itu kebanyakan terkait dengan pajak penghasilan (PPh) dan restitusi pajak.

“Dari data kami, pemanfaatan insentif perpajakan hingga 12 Juni yang bisa kami rekam kemarin, ada 355 ribu wajib pajak yang memberitahukan memanfaatkan insentif perpajakan untuk dunia usaha,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Suryo Utomo dalam konferensi pers APBN KITA periode Juni 2020 secara virtual, Selasa (16/6).

Dari keseluruhan wajib pajak (WP) yang memanfaatkan insentif tersebut, Suryo merinci, ada 103 ribu WP yang memanfaatkan PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP). Kemudian, sekitar 8.700 wajib pajak memanfaatkan insentif PPh Pasal 22 impor “Kemudian (yang memanfaatkan insentif) pengurangan PPh Pasal 25 ada sekitar 47.500 WP badan,” kata dia.

Selain itu, lanjut Suryo, sekitar 192 ribu wajib dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah memanfaatkan insentif PPh Final UMKM yang ditanggung pemerintah. “Khusus untuk restitusi dipercepat yang jumlah nilainya diperlebar dari Rp 1 miliar menjadi Rp 5 miliar ada 3.816 pengusaha kena pajak yang meminta atau mengajukan permohonan restitusi,” jelas dia.

Suryo menjelaskan, pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah telah dilakukan di hampir 90% kelompok lapangan usaha (KLU) yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Untuk PPh Pasal 22 impor telah dimanfaatkan oleh 72% KLU yang yang berhak. Sedangkan yang telah memanfaatkan insentif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 mencapai 83% KLU yang diberi kesempatan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dari Rp 120,61 triliun insentif usaha yang telah disiapkan pemerintah, hingga Mei lalu baru dimanfaatkan 6,8%. “Jumlah penerima insentif belum optimal. WP yang eligible untuk memanfaatkan insentif pajak tidak mengajukan permohonan. Perlu sosialisasi yang lebih massif dan melibatkan stakehorder terkait,” tandas Menkeu.

Berdasarkan data Kemenkeu, dari Rp 120,61 triliun insentif usaha yang disiapkan pemerintah, untuk PPh Pasal 21 DTP sebesar Rp 39,66 triliun, pembebasan PPh 22 Impor Rp 14,75 triliun, pengurangan angsuran PPh 25 Rp 14,4 triliun, pengembalian pendahuluan PPN Rp 5,8 triliun, penurunan tarif PPh Badan Rp 20 triliun, dan stimulus lainnya Rp 26 triliun.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN