Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. SUmber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. SUmber: BSTV

4 Faktor Rupiah Naik dan Picu Confident Investor

Gora Kunjana, Jumat, 17 April 2020 | 15:13 WIB

JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada empat faktor yang membuat rupiah menguat dan memicu confident para investor lokal maupun global.

“Rupiah bergerak stabil dan kecenderungannya bergerak menguat. Hari ini rupiah juga diperdagangkan secara aktif di pasar bergerak di sekitar 15.480-15.515. Rupiah masih undervalue dan akan bergerak kea rah 15.000 akhir tahun,” kata Gubernur BI dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Menurut dia, ada empat faktor yang mendukung penguatan rupiah dan  confident pasar.

Yang pertama, pelaku pasar baik dalam maupun luar negeri itu confident karena BI selalu berada di pasar dan akan selalu menempuh langkah-langkah stabilisasi jika terjadi tekanan terhadap nilai tukar yang terjadi di pasar.

“Itu kami tunjukkan di bulan Maret, dan kini langkah intervensi sudah mulai berkurang. Pergerakan rupiah yang di bulan April ini stabil karena mekanisme pasar. Mekanisme pasar berlangsung baik dan confident terbangun. Sehingga BI mengurangi langkah intervensi, itulah makanya cadangan devisa kita sebesar US$ 120 miliar,” katanya.

Yang kedua, confident juga terbentuk karena mekanisme pasar berjalan dengan baik antara pelaku pasar sehingga mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Yang ketiga stabilitas rupiah tampak selama seminggu terakhir tanggal 14, 15, 16 April terjadi inflow di portfolio kita. Misalnya tanggal 14 inflow 0,7 triliun, di 15 0,2 triliun, dan 16 kemarin terjadi inflow 2 triliun. Dan inflow ini sebagian besar inflow ke SBN,” katanya.

Sedangkan faktor keempat juga disebabkan karena langkah-langkah yang ditempuh berbagai dunia termasuk Indonesia baik terkait penanganan Covid-19 maupun langkah-langkah fiskal maupun moneter yang cukup besar.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN