Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia. Foto: IST

Bahlil Lahadalia. Foto: IST

4 Kandidat Bertarung untuk Kursi Ketum Hipmi

Euis Rita Hartati, Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:12 WIB

JAKARTA , investor.id– Sebanyak empat orang kandidat terpilih oleh Tim Steering Committee (SC) untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) masa bakti 2019-2022. Mereka lolos verifikasi yang dilaksanakan pada 25 Mei 2019 lalu.

Keempat orang itu adalah Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), Akbar Buchari (Mantan Ketum BPD Hipmi Sumut yang kini menjadi pengurus BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Untuk memperoleh kursi nomor satu di Hipmi. ke-4 calon tersebut akan diseleksi secara ketat dan diwajibkan untuk mengikuti serangkaian kegiatan, antara lain kuliah umum dan debat terbuka untuk menjabarkan visi misi, ide-ide, gagasan dan konsep-konsep dalam membangun Hipmi selama 3 tahun kedepan.

Jumlah kegiatan yang harus dijalankan hingga puncak Munas Hipmi XVI tanggal 15 September 2019 adalah 8 Kuliah Umum di 8 provinsi dan 3 Debat Terbuka I yakni tanggal 20 Juli lalu di Batam, Kepri, serta Debat II tanggal 21 Agustus 2019 di Bali dan 7 September 2019 di Jakarta.

“Kursi pimpinan hanya satu, dan siapapun nanti yang akan terpilih harapannya dapat membawa Hipmi menjadi lebih baik lagi serta meneruskan estafet kepemimpinan, sehingga bermanfaat bukan hanya untuk kader dan pengurus melainkan masyarakat luas,”kata Ketua Pengarah Munas XVI Hipmi Anggawira dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Menurut Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia yang akan segera meletakkan jabatannya ditahun ini, Hipmi telah melahirkan banyak pemimpin diberbagai bidang bukan hanya di dunia usaha tetapi juga kepemimpinan di level daerah hingga nasional eksekutif dan legislatif saat ini telah banyak diisi oleh kader-kader Hipmi.

"Namun yang lebih penting adalah bagaimana mempersiapkan Hipmi kedepan untuk terus berkontribusi menciptakan pertumbuhan Ekonomi yang berkeadilan sesuai pasal 33 UUD 1945, menjadi “Tuan Rumah di Negeri Sendiri” dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di dunia,” katanya.

Diakui oleh berbagai kalangan, ditangan Bahlil, Hipmi memiliki peran yang lebih dalam mendorong semangat wirausaha kaum muda Indonesia dan menjadi partner strategis bagi pemerintah Jokowi dalam bidang ekonomi. Pada pilpres 2019 Bahlil merupakan salah satu pengusaha yang bergabung dalam tim sukses (timses) Jokowi- Ma'ruf Amin.

Hipmi didirikan pada tanggal 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita – cita menjadi pengusaha. Para pendiri yang rata-rata merupakan pengusaha pemula yang terdiri dari Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teuku Sjahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH , Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah.

Sejak awal didirikannya Hipmi terus berusaha menjawab tantangan perubahan, artinya organisasi harus compatible terhadap situasi pada masanya. Pergantian situasi pemerintahan juga menuntut Hipmi beradaptasi dengan situasi kepemimpinan nasional, tentu setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya, namun sebagai organisasi yang baik Hipmi wajib untuk menjadi organisasi yang relevan menjawab tantangan perubahan jaman.

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN