Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kartu Prakerja

Kartu Prakerja

47% Peserta Kartu Prakerja Bisa Mempertahankan Status Pekerjaannya

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:25 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Manajemen Pelaksana Program (Project Management Officer/PMO) Kartu Prakerja menyatakan 58% dari total 5,6 juta peserta mengaku mendapat manfaat dari keikutsertaan di tengah pandemi Covid-19. Bila dirinci, 11% sebelumnya menganggur menjadi bekerja, sedangkan 47% bisa mempertahankan pekerjaannya atau tetap bekerja. Selain itu, 13% peserta atau sebanyak 728.000 orang yang sebelumnya tidak memiliki inklusi keuangan kini menjadi inklusif, dengan memiliki e-wallet atau rekening bank.

“Jadi kita dapat mengatakan bahwa kartu prakerja membantu mempertahankan status pekerjaan dan mengurangi pengangguran,” ucap Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, dalam Seminar Kartu Prakerja pada Rabu (14/10).

Denni mengatakan, pelaksanaan program ini sudah tepat sasaran untuk peserta yang masih berusia muda, berstatus menganggur, pekerja informal dan berpendaapatan rendah. Hasil survei evaluasi kartu prakerja  menunjukkan 87% peserta masih menganggur; 79% peserta berusia 18 sampai 35 tahun, 87% berada pada tingkat pendidikan SMA ke atas, 81% dari peserta yang bekerja merupakan pekerja informal, dan 79% peserta memiliki tanggungan.

“Kita bisa lihat bahwa pendapatan mereka rata-rata hanya Rp 1,3 juta, sehingga dana insentif sebesar Rp 600 ribu itu membantu. Kemudian, 79% peserta  punya tanggungan, jadi tidak semuanya single. Artinya, dia bisa membantu keluarga juga,” ucapnya.

Tingkatkan Kompetensi
Ia mengatakan, pelatihan dinilai bermanfaat karena untuk skilling, reskilling dan upskilling. "Lebih dari 85% meningkatkan kompetensi baik skilling, reskilling dan upskilling, dengan 73% peserta belum pernah mendapatkan pelatihan/kursus sebelumnya. Rata rata ada dua jenis pelatihan yang dipilih peserta.  Adapun rating pelatihan dalam program kartu prakerja rata-rata  4,8 dari 5," ucapnya.

Sekitar 92% melampirkan sertifikat prakerja untuk mendaftar pekerjaan. Sedangkan rata-rata harga pelatihan nonpaket yang dibeli peserta sebesar Rp 259.798.

“Banyak peserta memilih pelatihan yang memiliki tarif sekitar Rp 45 ribu. Sepertinya peserta memilih pelatihan yang biayanya kecil. Tetapi ketika itu dilakukan kolaborasi akan besar harganya,” ucapnya.

Beli Kebutuhan Pokok
Data pihak manajemen pelaksana program kartu prakerja menunjukan, insentif digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. "Insentifnya digunakan untuk membeli bahan pokok, membeli bahan makanan, untuk membayar listrik, kemudian untuk usaha permanen. Hasil survei menunjukkan 96% dipakai untuk membeli bahan pangan; 75% untuk membayar listrik; 67% untuk membeli bensin/solar; 65% dipakai untuk pulsa  atau paket internet; dan 57% untuk transportasi,” tutur Denni. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, program ini melengkapi program pelatihan yang sudah dijalankan oleh kementerian/lembaga lain. Pemerintah ingin memberikan lebih banyak opsi untuk inovasi dengan cara digital.

Program kartu prakerja itu direncanakan sebelum pandemi Covid-19 dan pada masa pandemi transformasi digital dipercepat dan diperluas. “Prakerja telah hadir dengan metode berbeda, melengkapi jenis pelatihan yang sudah ada. Pelatihan menjadi lebih praktis, dunia kerja bersifat dinamis sehingga kemampuan juga harus selalu ditingkatkan,” ucapnya.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN