Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.

SENSUS 2020

70,7% Penduduk Indonesia Usia Produktif

Jumat, 22 Januari 2021 | 21:27 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id –  Hasil sensus penduduk 2020 menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia produktif  (15-64 tahun) mencapai 70,72% dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 270,20 juta atau mencapai 191.085.440 orang. Sedangkan proporsi penduduk usia muda (0-14 tahun) turun dari 44,12% pada tahun 1971 menjadi 23,33% tahun 2020..

Demikian dikemukakan Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam acara Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020 pada Kamis (21/1).

Komposisi umum penduduk Indonesia. Sumber: BPS
Komposisi umum penduduk Indonesia. Sumber: BPS

Hasil sensus juga menunjukkan bahwa penduduk Indonesia didominasi oleh kelompok generasi Z dan milenial.  Jumlah penduduk generasi Z (berusia 8-23 tahun) sebanyak 75,49 juta atau 27,94% dari total 270,20 juta penduduk Indonesia, sedangkan penduduk milenial (berusia 24-39 tahun) mencapai 69,90 juta (25,87%).

“Dengan pengklasifikasian ini kita bisa melihat bahwa saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z disusul generasi milenial dan juga generasi X,” kata Kecuk Suhariyanto.

Struktur umur penduduk didominasi milenial dan gen Z . Sumber: BPS
Struktur umur penduduk didominasi milenial dan gen Z . Sumber: BPS

Kelompok penduduk terbesar berikutnya adalah generasi X (40- 55 tahun) yang mencapai 21,88% (59,12 juta). Sedangkan kelompok baby boomer (56-74 tahun) mencapai 11,56% (31,23 juta) dan kelompok post generasi Z atau yang berusia sampai dengan 7 tahun mencapai 10,88% (29,40 juta). Kelompok yang persentasenya paling kecil yaitu kelompok pre-boomer (75 tahun ke atas) sebesar 1,87% (5,05 juta).

 “Dari hasil sensus penduduk 2010 kita sudah menyusun proyeksi penduduk tahun 2015 sampai tahun 2045 dan dari sanalah kita mengetahui bahwa bonus demografi mulai terbuka pada tahun 2012 dan tertutup pada tahun 2036. Dengan catatan puncak kondisi demografi akan terjadi pada tahun 2021,” ucap Suhariyanto.

Peningkatan juga terjadi pada proporsi penduduk usia lanjut di atas 65 tahun yang naik dari 2,49% menjadi 5,95%.

Suhariyanto mengatakan, peningkatan persentase penduduk berusia lanjut ini dapat diinterpretasikan sebagai hasil perbaikan kesehatan masyarakat, peningkatan gizi, dan perbaikan dan pola hidup yang selama ini dilaksanakan secara baik.

“Baik oleh pemerintah maupun swasta dengan menggunakan pengelompokan umur ini kita juga bisa menghitung rasio ketergantungan untuk melihat bonus demografi,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN