Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University dalam diskusi Zooming with Primus - Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO live di Beritasatu TV, Kamis (18/11/2021). Sumber: BSTV

Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University dalam diskusi Zooming with Primus - Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO live di Beritasatu TV, Kamis (18/11/2021). Sumber: BSTV

71% Minyak Sawit di Pasar Global untuk Pangan

Kamis, 18 November 2021 | 18:25 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com ) ,Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id - Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB University Nuri Andarwulan menyatakan, sebanyak 71% minyak sawit dunia digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bentuk produk pangan yang menggunakan bahan baku sawit adalah margarin, pangan olahan (processed foods), coklat, dan sebagainya.

Nuri menyatakan, merujuk situs statista.com, konsumsi minyak nabati dunia pada 2019/2020 sebanyak 74,62 juta ton (36%) dalam bentuk minyak sawit, disusul minyak kedelai 56,84 juta ton (28%), minyak rapeseed 27,77 juta ton (14%), minyak bunga matahari 19,06 juta ton (9%), dan sisanya minyak kernel, minyak biji kapas, dan minyak nabati lainnya.

“Minyak sawit menduduki porsi paling utama, 36% konsumsi minyak nabati dunia diduduki sawit dan ini sepertinya akan terus naik, pesaingnya adalah minyak kedelai dan kanola, tapi kemungkinan besar minyak sawit terus naik. Untuk apa produk sawit itu? Sekitar 71% untuk pangan,” kata Nuri saat Zooming with Primus : Peluang & Tantangan Hilirisasi CPO yang tayang langsung di BeritaSatu TV pada Kamis (18/11).

Zooming with Primus - Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO live di Beritasatu TV, Kamis (18/11/2021). Sumber: BSTV
Zooming with Primus - Peluang dan Tantangan Hilirisasi CPO live di Beritasatu TV, Kamis (18/11/2021). Sumber: BSTV

Selain untuk pangan, 24% minyak sawit di dunia digunakan untuk consumer products seperti kosmetik, deterjen, lilin, dan sebagainya. Sedangkan 5% untuk energy, seperti listrik, pemanas, bahan bakar, dan sebagainya.

Menurut Nuri, dengan melihat karakteristik minyak sawit dapat dilihat bahwa minyak sawit tidak tergantikan dengan minyak nabati lainnya. Saat ini, Indonesia memang sebagian besar telah mengekspor produk olahan atau produk hilir namun sejatinya produk tersebut masih dalam kelompok bahan baku atau komoditas. Padahal dari sisi nilai ekonomi atau besaran harga, produk hilir yang paling mahal atau tinggi adalah dalam bentuk produk hilir jadi atau paling lanjut yakni margarin for cooking, margarine for cream, margarine for croissant, nondairy cream, dan chocolating coating.

“Ekspor sawit Indonesia sebagian kecil masih bentuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan mayoritas refined, bleached, and deodorized palm oil (RBDPO) yang merupakan bahan baku untuk minyak goreng, margarin, bahan oles, yang nilai ekonominya masih rendah,” ungkap Nuri.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN