Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

9 Poin Penting Penjelasan Menkeu Hari Ini

Ester Nuky, Selasa, 7 April 2020 | 22:30 WIB

JAKARTA, investor.id -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menggelar video conference di Jakarta, Selasa (7/4). Berikut adalah 9 poin penting keterangan mantan managing director World Bank yang dipaparkan hari ini:

1. Pemerintah menerbitkan tiga seri global bond US$ 4,3 miliar. Ini terdiri atas seri RI0470 senilai US$ 1 miliar, dengan tenor 50 tahun atau tenor terlama yang pernah diterbitkan Indonesia. Selain itu, seri RI1030 US$ 1,65 miliar dan US$ 1,65 miliar RI1050.

2. Dari sisi imbal hasil RI0470 yang 4,5%, yield ini lebih rendah dari global bond tenor 10 tahun yang terbit pada 2018, yang dinilai memperlihatkan adanya kepercayaan dari investor atas reputasi Indonesia dalam mengelola pembiayaan.

3. Hanya tiga negara Asia yang masih diperkirakan bertahan dengan pertumbuhan di atas 0% atau positif di tengah pandemi Covid-19, yaitu Indonesia, Tiongkok dan India, berdasarkan proyeksi World Bank dan IMF.

4. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 2,3% di kuartal II dan III tahun ini, kemudian akan membaik di kuartal IV-2020.

5. Kemenkeu bersama BI, OJK dan LPS sudah melakukan forward-looking assessment berdasarkan berbagai contingency atau kemungkinan, termasuk kemungkinan yang lebih buruk dari kondisi baseline yang sedang atau sudah diperhitungkan saat ini.

6. Pemerintah menyiapkan bantuan sosial bagi 4,1 juta orang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar Rp 600 ribu per orang, yang terdampak pandemi Covid-19.

7. Menkeu akan bekerja semaksimal mungkin memastikan ketersediaan anggaran untuk mempercepat upaya penanganan krisis Covid-19, dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan keuangan negara melalui kebijakan fiskal dan APBN, dengan melakukan refocusing program, realokasi anggaran serta penyediaan stimulus untuk tujuan kesehatan, perlindungan masyarakat, dan dukungan bagi dunia usaha.

8. Mengusulkan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri hanya untuk golongan I, II, dan III.

9. Dengan belanja yang naik sementara penerimaan turun, maka defisit APBN diperkirakan bisa melebar ke 5% produk domestik bruto (PDB) atau menjadi Rp 853 triliun, dibanding target 1,76% PDB dalam UU APBN 2020. Meski demikian, pemerintah akan tetap mengupayakan defisit di bawah 5%.

 

 

 

Sumber : Antara dan Investor Daily

BAGIKAN