Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Irfan Setiaputra. Foto: IST

Irfan Setiaputra. Foto: IST

Adaptasi Kebiasaan Baru, Jumlah Penumpang Angkutan Naik

Senin, 20 Juli 2020 | 14:28 WIB
Evi Fitriani ,Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, ada peningkatan aktivitas penerbangan setelah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru. Namun, peningkatan tersebut belum terlalu signifikan.

Dia pun berharap akan ada lagi relaksasi yang diberikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 maupun Kemenhub sehingga bisa meningkatkan aktivitas penerbangan.

“Hari ini, kami ada 100 penerbangan per hari. Namun kami berharap dengan relaksasi yang nanti dilakukan Gugus Tugas maupun Kemenhub, bisa terus meningkatkan penerbangan kami baik domestik maupun luar negeri,” kata Irfan di Jakarta, pekan lalu.

bayu Sutanto. Foto: IST
bayu Sutanto. Foto: IST

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengungkapkan, industri jasa penerbangan mulai mengalami tren positif yakni tumbuh 8-10% pada Juni 2020 dibandingkan Mei 2020.

Namun, kata dia, meski sudah mulai ada geliat bisnis, volume penerbangan Juni 2020 masih rendah 20-30% ketimbang Juni 2019.

“Ada geliat bisnis tapi masih rendah demand-nya. Dibandingkan dengan Juni 2019 (lebih rendah) 20-30%. Lalu kinerja Juni 2020 dibanding Mei 2020 ada kenaikan 8-10%,” ungkap Bayu akhir pekan lalu.

Menurut dia, selama pandemi Covid-19 belum bisa diatasi, yakni dengan adanya vaksin antivirusnya, realisasi pertumbuhan penumpang

sampai dengan Desember 2020 masih lambat, bisa mencapai 40-50% dari tahun yang lalu. Angka itu sudah maksimal apabila masih ada penyebaran virus dan protokol kesehatan.

Muhammad Awaluddin. Foto: IST
Muhammad Awaluddin. Foto: IST

Sedangkan Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin memperkirakan pergerakan penerbangan domestik akan kembali normal pada pertengahan 2021.

“Kita punya asumsi berdasarkan ICAO dan IATA, trafik internasional kembali normal sekitar pertengahan 2023, paling cepat akhir 2022. Kalau kita bicara Indonesia sedikit berbeda karena Soekarno-Hatta ini hub domestik, trafik domestik sangat tinggi. Mudah-mudahan, doa kita semua paling tidak trafik domestik sampai pertengahan tahun depan sudah seperti tahun lalu,” kata Awaluddin.

Perkembangan angkutan penumpang udara
Perkembangan angkutan penumpang udara

AP II mencatat, pada periode 1-12 Juli 2020, jumlah penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta rata-rata 26.723 orang per hari, atau naik dari periode 1-30 Juni 2020 yang rata-rata hanya 13.270 orang per hari. Jumlah operator transportasi public yang beroperasi pada Juli 2020 juga meningkat dari bulan-bulan sebelumnya di tengah pandemi seiring kenaikan jumlah penumpang pesawat.

“Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan yang aman dari Covid-19 perlu dijaga dan ditingkatkan, salah satunya melalui ketersediaan transportasi public pemadu moda yang bersih dan higienis,” jelas Direktur Operasi AP II Muhamad Wasid pekan lalu.

Di sisi lain, pergerakan penumpang pesawat rute domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tercatat juga mulai meningkat sejak berlakunya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali No. 305/GUGASCOVID- 19/VI/2020.

“Untuk penumpang domestik sudah mulai menggeliat. Per tanggal 9-10 Juli itu sudah mulai ada kenaikan un tuk penumpang domestik. Jadi setiap harinya sekarang penumpang rute domestik yang berangkat dan pergi itu mencapai 2.000 sampai 2.500 orang penumpang,” ujar Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura/AP I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali Andanina Dyah Permata Megasari, di Kabupaten Badung, Jumat (17/7).

Rata-rata konsumi BBM 2020
Perkembagan penumpang udara 2020

Pergerakan pesawat rute domestic saat ini rata-rata sudah mencapai sekitar 20 pesawat untuk keberangkatan dan kedatangan juga sekitar 20 penerbangan setiap harinya.

“Jadi rata-rata pergerakan pesawat sekarang sekitar 40 penerbangan per hari dengan rute domestik yang populer adalah Jakarta, Surabaya kemudian Makassar,” kata Andanina seperti dilansir dari Antara  

Sejak berlakunya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali No. 305 tahun 2020, tercatat pada periode 5-15 Juli 2020, terdapat total 392 pergerakan pesawat dan 22.354 penumpang yang terlayani.

Sebelumnya, selama berlakunya pembatasan penerbangan komersial rute domestik melalui Peraturan Menteri Perhubungan No PM 25 Tahun 2020, yang berlaku pada 23 April hingga 7 Juni 2020, tercatat hanya terdapat rata-rata 13 pergerakan pesawat dan 387 orang penumpang yang terlayani setiap harinya di bandara tersebut.

Armada bus di Terminal Pulogadung. Foto ilustrasi: sp/beritasatu.com
Armada bus di Terminal Pulogadung. Foto ilustrasi: sp/beritasatu.com

Untuk transportasi bus, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menyampaikan, lalu lintas penumpang Dari wilayah Jawa Tengah ke DKI jakarta dan Jabodetabek masih sangat minim dan malah relatif landai.

“Rata-rata occupancy di kisaran 30- 40%. Selain itu, bus yang beroperasi masih 40% dari semula,” kata Kurnia Lesani saat dihubungi Investor Daily, Jumat (17/7).

Dia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah tidak menetapkan syarat surat izin keluar masuk (SIKM) bagi masyarakat yang akan pergi dan datang. Pemprov menggantinya dengan pengisian corona likelihood metric (CLM).

“Harapannya berpengaruh positif karena kalau kita lihat CLM di aplikasi Jaki tidak repot seperti SIKM. Dan proses CLM juga langsung,” imbuhnya. Sedangkan untuk moda transportasi kereta api (KA), rata-rata volume harian KA Jarak Jauh selama periode 1-13 Juli 2020 sebanyak 6.494 pelanggan per hari, naik 192% dibanding rata-ratavolume harian pada Juni sebanyak 2.223 pelanggan per hari. Kenaikan tersebut ditunjang dengan bertambahnya perjalanan KA yang dioperasikan.

“KAI akan terus menambah jumlah perjalanan kereta api secara berkala, sebagai komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus pekan lalu.

Joni juga berharap penghapusan syarat surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta dapat mendongkrak kenaikan jumlah penumpang KA jarak jauh. Sebab, masyarakat kini dapat lebih mudah untuk naik KA jarak jauh dengan relasi dari dan menuju DKI Jakarta.

Mulai keberangkatan Rabu (15/7), syarat SIKM digantikan dengan mengisi corona likelihood metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store. Masyarakat diminta jujur mengenai kondisinya dalam mengisi CLM.

Penumpang KRL Turun 90% saat Lebaran   Suasana stasiun Jatinegara yang sepi dari penumpang di Jakarta, Senin (25/5/2020). Foto: SP/Ruht Semiono
Penumpang KRL Turun 90% saat Lebaran Suasana stasiun Jatinegara yang sepi dari penumpang di Jakarta, Senin (25/5/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Lonjakan juga terjadi pada pengguna kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek seiring kembali beroperasinya kegiatan perkantoran dan perniagaan di Jakarta. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat pada Senin (13/7) pagi yakni hingga pukul 07.00 sudah ada 68.657 orang menggunakan KRL.

VP Corporate Communication KCI Anne Purba. Foto: IST
VP Corporate Communication KCI Anne Purba. Foto: IST

Secara total kini sudah ada sekitar 400.000-an pengguna KRL setiap harinya. “Angka ini makin meningkat seiring telah beroperasinya kegiatan perkantoran dan perniagaan di wilayah ibu kota,” kata President Corporate Communications KCI Anne Purba. (sny/ayu/esa/mwd/rap/ed/tm)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN