Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adhi Commuter Properti. Foto: Perseroan.

PT Adhi Commuter Properti. Foto: Perseroan.

Adhi Commuter Properti Bidik Kenaikan Laba 30-40% Hingga 2025

Rabu, 12 Mei 2021 | 08:21 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Konsep pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) salah satunya memberikan kemudahan akses untuk menggunakan transportasi massal yang saat ini sudah saling berintegrasi antarmoda transportasi, dan juga memberikan efisiensi secara waktu dan biaya dalam aktivitas pengguna maupun penghuni properti di kawasan TOD. Sehingga minat masyarakat untuk tinggal di kawasan berorientasi TOD di kota Megapolitan Jabodetabek belakangan ini semakin meningkat.

PT Adhi Commuter Properti (ADCP) yang merupakan anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk, menangkap trend shifting yang terjadi dengan mengembangkan sejumlah kawasan properti di titik stasiun LRT Jabodebek melalui produk LRT City dan Adhi City. ADCP juga telah mengembangkan kawasan properti berbasis transportasi massal lainnya seperti di titik stasiun Commuter Line dan Pool Bus Transjakarta.

Sampai saat ini ADCP telah mengembangkan 12 kawasan properti berbasis transportasi massal di Jabodetabek, dengan landbank mencapai 140 hektare (ha).

Seiring dengan mulai pulihnya kondisi perekonomian yang ditandai dengan meredanya pandemi Covid-19, program vaksinasi dan stimulus-stimulus dari pemerintah di bidang properti, Adhi Commuter Properti terus melanjutkan pengembangan di kawasan tersebut.

”Perseroan memperkirakan pertumbuhan permintaan di kawasan ini akan lebih baik, terlihat pada hasil kinerja perseroan yang mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I-2021,” terang Direktur Utama Adhi Commuter Properti Rizkan Firman dalam keterangan resmi, Rabu (12/5/2021).

Berdasarkan prospek, industri properti mendapatkan keuntungan yang besar dari relaksasi baik dari kebijakan fiskal maupun moneter. Faktor lainnya adalah terdapat peluang yang sangat tinggi untuk keterserapan properti di mana backlog perumahan khususnya di Jabodetabek masih tinggi terutama masyarakat menengah.

Hal ini sesuai dengan sasaran segmentasi perseroan yaitu penjualan properti mulai dari harga Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar. Selain itu, pertumbuhan kebutuhan akan transportasi umum memberikan kesempatan yang besar kepada pengembang properti yang memiliki akses langsung kepada transportasi massal.

”Berdasarkan dari competitive advantage yang dimiliki, ADCP memproyeksikan pertumbuhan hingga tahun 2025 ini dari sisi marketing sales meningkat dengan CAGR 40-50% baik untuk produk penjualan apartemen, rumah tapak, perkantoran, komersial area serta operator hotel. Sedangkan dari sisi pendapatan diproyeksikan akan mendapatkan pertumbuhan CAGR 25-35%, serta pada sisi laba bersih diproyeksikan CAGR 30-40%,” jelas Rizkan.

 

Siapkan Pendanaan

Untuk mengantisipasi kondisi bisnis properti kembali pulih di masa mendatang, Adhi Commuter Properti menyiapkan sejumlah dana dengan menerbitkan Obligasi I Adhi Commuter dengan jumlah pokok sebanyak banyaknya Rp 500 miliar yang terdiri atas Seri A dengan tenor 367 hari dan Seri B dengan tenor 3 tahun.

Obligasi perdana yang diterbitkan ADCP ini memperoleh hasil pemeringkatan Triple B dari Pefindo. Seluruh dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal dalam upaya menambah portofolio dan melakukan ekspansi usaha.
Pada masa bookbuilding (minggu 2-3 April 2021) telah terserap dengan nilai total Rp 337 miliar.

Dengan rincian Seri A sebanyak Rp 328 miliar dan Seri B sebanyak Rp 9 miliar. Saat ini masuk dalam tahap penawaran umum dengan best effort senilai Rp 163 miliar. Respons pada masa penawaran umum ini sangat baik, ditandai dengan telah didapatkannya standby investor yang akan mengambil keseluruhan nilai best effort yang ditawarkan. Melihat animo positif dari penerbitan surat utang ini ADCP optimistis oversubscribe terhadap target.

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan pada 20 Agustus 2021, sedangkan pembayaran obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah 27 Mei 2022 untuk obligasi Seri A dan 20 Mei 2024 untuk obligasi Seri B.

PT Sucor Sekuritas dan PT Aldiracitra Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi obligasi, sedangkan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) ditunjuk sebagai Wali Amanah dalam penerbitan obligasi I Adhi Commuter tersebut. Adapun pada 7 Mei 2021 ADCP telah mendapatkan pernyataan efektif oleh OJK, dan mulai dari tanggal 11-17 Mei 2021 akan diadakan masa penawaran umum, serta direncanakan pendistribusian obligasi pada 20 Mei 2021.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN