Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Agung Firman Sampurno Terpilih Menjadi Ketua BPK RI

Euis Rita Hartati, Rabu, 30 November -0001 | 00:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Sidang Anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang berlangsung pada Senin (21/10) di Kantor Pusat BPK Jakarta dan berdasarkan musyawarah mufakat, memutuskan Agung Firman Sampurna sebagai Ketua BPK dan Agus Joko Pramono sebagai Wakil Ketua BPK.

Sidang tersebut juga memutuskan pembagian tugas dan wewenang Anggota BPK sebagai berikut: Hendra Susanto sebagai Anggota I; Pius Lustrilanang sebagai Anggota II; Achsanul Qosasi sebagai Anggota III; Isma Yatun sebagai Anggota IV; Bahrullah Akbar sebagai Anggota V; Harry Azhar Azis sebagai Anggota VI; dan Daniel Lumban Tobing sebagai Anggota VII.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BPK serta pembagian tugas dan wewenang Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BPK dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 15 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Selanjutnya, sesuai dengan Pasal 16 ayat (2) UU tersebut, Ketua dan Wakil Ketua BPK terpilih akan melakukan pengucapan sumpah atau janji yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung.

Agung Firman Sampurna, yang juga biasa disebut dengan AFS ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa dia mendapat amanah sebagai Ketua BPK RI. Saat ditanya mengenai fokus BPK ke depan, dia mengatakan bahwa pihaknya fokus untuk membangun soliditas di antara pimpinan BPK, khususnya agar prinsip kolektif kolegialitas diterapkan dengan efektif dalam pengambilan keputusan di tingkat (pimpinan) Badan.

“Dalam jangka pendek tentunya prioritas kami adalah mempersiapkan pemeriksaan Laporan Keuangan untuk Entitas Mandatory,” ujarnya.

Menurut dia, untuk entitas (pengelola keuangan negara) berskala besar dan berisiko tinggi November-Desember sudah mulai dilakukan pemeriksaan (audit) interim. “Entitas pengelola keuangan negara yang haru diperiksa laporan keuangannya (mandotary) jumlah sangat banyak, ada 86 LK-K/L ditambah LKPP sebagai laporan konsolidasinya dengan nilai realisasi anggarannya di tahun 2018 yang mencapai lebih dari Rp. 2.200 T dan 542 LKPD sebesar Rp. 804 T. Artinya kami harus menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara setidaknya sebesar Rp. 3000 T. Angka itu belum termasuk BUMN dan Bank Indonesia. Dalam jangka menengah dan panjang kami akan meningkatkan peran kami sebagai Supreme Audit Institution (SAI) dari level oversight, menuju Insight bahkan Foresight,” paparnya.

Hasil keputusan Sidang BPK RI ini, akan disahkan dengan pengambilan sumpah sebagai Ketua BPK RI dan Wakil Ketua BPK RI oleh Mahkamah Agung RI pekan depan.

Agung memulai karier di BPK sejak 2014 sebagai anggota I. Sejumlah penghargaan diraihnya, yakni Bintang Mahaputera Nararya pada Oktober 2014, Penghargaan Bintang Hiu Kencana pada Juli 2018 dan terakhir Penghargaan Bintang Eka Paksi TNI AD pada Oktober 2019

Ayah satu anak ini merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya - Inderalaya (1996), Pasca Sarjana Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia (1998), dan Pasca Sarjana (S3) Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Univesitas Indonesia (2011).

Semasa menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Unsri, dia aktif sebagai aktivis kampus dan sekarang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Ikatan Alumni Unsri.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA