Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Basuki T Purnama (Ahok), berjabat tangan di Jakarta, 13 November 2019 lalu Foto: IST

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Basuki T Purnama (Ahok), berjabat tangan di Jakarta, 13 November 2019 lalu Foto: IST

DITOLAK SP PERTAMINA

Ahok: Mereka Nggak Tahu Saya Sudah Lulus S3 Mako Brimob

Triyan Pangastuti, Senin, 25 November 2019 | 11:08 WIB

JAKARTA, investor id – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pagi ini mendatangi kontor Kementerian BUMN untuk menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dia sebagai komisaris utama PT Pertamina (Perseo). Pada kesempatan itu, awak media kembali menanyakan penolakan serikat pekerja (SP) soal penunjukan dia untuk mengisi posisi tersebut.

“Ya, mereka belum kenal saya ‘kan. Mereka nggak tahu (kalau) saya sudah lulus S3 dari (rumah tahanan) Mako (Markas Komando) Brimob (Depok),” ujar Ahok menjawab pertanyaan itu di Kantor Kementerian Badan Usaa Miliki Negara (BUMN), Jakarta, Senin (25/11).

Usai memberikan jawaban itu, Ahok pun memohon dukungan doa dan informasi dari masyarakat mengingat tugas pengawasan yang dijalaninya sebagai komisaris utama Pertamina. "Saya harap tentu dukungan doa dari masyarakat, terus juga dukungan informasi dari masyarakat," kata dia.

Ahok mengatakan bahwa posisi yang diembannya sebagai komisaris utama untuk menjalankan fungsi pengawasan di Pertamina. "Karena fungsinya (komisaris utama) melakukan pengawasan, semakin banyak yang dilaporkan, semakin ada banyak nomor pengaduan, semakin banyak masyarakat yang melapor itu akan menolong kami untuk melakukan pengawasan lebih baik," kata dia.

Ia mengatakan bahwa tidak mungkin dirinya dan dewan komisaris lainnya bisa melakukan pengawasan, tanpa adanya informasi.

Ahok tiba Kementerian BUMN pada pukul 09.24 WIB dengan mengenakan batik berwarna cokelat. Kedatangan Ahok dalam rangka untuk menerima surat keputusan atau SK pengangkatan dirinya sebagai komisaris utama Pertamina.

"Hari ini, saya diminta datang untuk terima SK. Selanjutnya saya nggak tahu. Saya (juga) nggak tahu (mulai kerja kapan), mesti ngomong sama sekretaris. Komisaris kan beda. Kantornya juga beda 'kan," kata dia.

Sebelumnya, Pertamina akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengangkat Ahok sebagai Komisaris Utama dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama pada Senin 25 November 2019.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan RUPSLB tersebut untuk mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi Pertamina.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA