Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Airlangga: 143 Perusahaan Berencana Relokasi Investasi ke Indonesia

Rabu, 16 September 2020 | 11:55 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

 

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada 143 perusahaan yang berencana relokasi investasi ke Indonesia, di antaranya dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Tiongkok dan negara lainnya. Relokasi investasi ini berpotensi menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja Indonesia.

"Berdasarkan data BKPM, saat ini terdapat 143 perusahaan yang berencana relokasi investasi ke Indonesia, di antaranya Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok dan lainnya," ucap Airlangga Hartarto dalam acara “HSBC Economic Forum” pada Rabu (16/9).

Airlangga menuturkan, pandemi Ccovid-19 yang terjadi telah memberikan pelajaran berharga bahwa rantai pasok barang tidak dapat terpusat di satu negara karena terlalu berisiko. Saat ini banyak perusahaan multinasional yang mulai merelokasikan industrinya dari Tiongkok ke negara-negara Asia lain terutama di kawasan Asia Tenggara.

“Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi Tiongkok sebagai tujuan investasi dari hak rantai pasok global baru,” ucap Airlangga.

Ia mengatakan, Tiongkok merupakan negara importir sekaligus eksportir utama bagi banyak negara. Kebijakan yang diambil Tiongkok untuk menekan penyebaran virus Covid-19 berdampak langsung terhadap kelangsungan rantai pasok global (global supply chain). “Operasi bisnis dalam skala global terhambat dan pendapatan menurun," ucap Airlangga.

Empat Langkah

Untuk menghadapi tantangan eksternal dan internal terkait peluang relokasi investasi, pemerintah telah menyiapkan empat langkah. Pertama, pemerintah segera menyelesaikan RUU Cipta Tenaga Kerja dengan DPR. Dampak yang diharapkan dari regulasi ini yakni penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi hingga kesejahteraan pekerja. Sekaligus peningkatan produktivitas kerja serta investasi.

“Transformasi ekonomi ini pun diharapkan dapat melahirkan agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara pendapatan menengah dan mencapai pendapatan Indonesia maju di tahun 2045 sebagai 5 besar ekonomi terkuat di dunia,” ucap Airlangga.

Kedua, menyusun daftar prioritas investasi. Dalam daftar ini tidak hanya dengan pendekatan picking the winners, namun mencakup bidang usaha yang bakal diberikan fasilitas perpajakan dan non perpajakan. Kriteria industri tersebut antara lain industri yang berorientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal hightech dan berbasis digital.

“Diharapkan dengan daftar prioritas investasi ini, dapat menarik investasi yang bukan hanya besar, juga berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja,” ucap Mantan Menteri Perindustrian ini.

Ketiga, dalam rangka penguatan pengembangan industri serta konektivitas transportasi logistik, pemerintah akan mengembangkan koridor di sepanjang Pulau Jawa jalur Utara. Secara total, koridor Jawa menyumbang 38,7% total perekonomian domestik dan 53,56% terhadap total sektor industri nasional. Pengembangan koridor ekonomi di Jawa bagian Utara diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kawasan industri.

“Dengan pengembangan koridor ekonomi di Jawa bagian Utara, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kawasan peruntukan industri sebagia pusat pengungkit pertumbuhan ekonomi baru,” ucapnya.

Keempat, menyusun inisiatif pembangunan superhub sebagai sentra produksi perdagangan teknologi dan keuangan. Saat ini, terdapat lima potensi superhub di Indonesia, yaitu koridor Bali Nusa Tenggara, koridor Sulawesi Utara, koridor Batam, Bintan, Karimun Tanjung Pinang, koridor kawasan ibu kota negara Kalimantan Timur serta Kawasan Segitiga Rebana di Jawa Barat.

“Pengembangan industri berbasis cluster melalui superhub di daerah-daerah tersebut diharapkan bisa meningkatkan pemerataan ekonomi antardaerah,” pungkas Airlangga.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN