Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan special remarks pada acara Investor Daily Summit (IDS 2021) dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa (13/7). IDS 2021 digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Harian Investor Daily Indonesia ke-20 yang jatuh pada 26 Juni 2021 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan special remarks pada acara Investor Daily Summit (IDS 2021) dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa (13/7). IDS 2021 digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Harian Investor Daily Indonesia ke-20 yang jatuh pada 26 Juni 2021 lalu.

INVESTOR DAILY SUMMIT 2021

Airlangga: Dampak PPKM Darurat Dikompensasi dengan Mengoptimalkan Belanja APBN

Selasa, 13 Juli 2021 | 10:47 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tidak menampik munculnya tekanan terhadap konsumsi masyarakat akibat penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun pengetatan PPKM Mikro. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk mengompensasi hal tersebut dengan mengoptimalkan belanja APBN.

“PPKM Darurat dan pengetatan PPKM Mikro tentunya akan mendorong sektor konsumsi ke bawah sebagai dampak pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar Airlangga saat menyampaikan special remarks pada acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa (13/7).

Pada acara IDS 2021 yang digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ID ke-20 tersebut, Airlangga mengatakan, bentuk kompensasi optimalisasi belanja APBN yang dilakukan salah satunya adalah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar konsumsi bisa terus terdorong.

“Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional telah mencapai 36,1% atau Rp 252,3 triliun dari total anggaran Penangangan Covid-19 dan PEN yang sebesar Rp 699,43 triliun. Ini untuk mendorong berbagai kegiatan termasuk kegiatan penopang dari PPKM Mikro dan PPKM Darurat,” papar Airlangga.

Untuk itu, kata Airlangga, pemerintah melakukan realokasi sejumlah pos dalam program PEN dan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas sehingga naik menjadi Rp 193,93 triliun setelah realokasi. “Di samping itu cluster dukungan terhadap usaha menengah, kecil, dan mikro sebesar Rp 171,77 triliun dan perlindungan sosial sebesar Rp 153,86 triliun,” ungkap dia.

Menurut Airlangga, program perlindungan sosial dilaksanakan untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat terhadap ekonomi masyarakat.

“Ini diberikan dalam bentuk perpanjangan dan program BST (Bantuan Sosial Tunai), bantuan beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) atau pun PKH (Program Keluarga Harapan). Tambahan 10 kg beras diberikan untuk 20 juta masyarakat,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga melanjutkan program diskon tagihan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN bagi pelanggan rumah tangga 450-900 volt ampere (VA) serta relaksasi dan percepatan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

“Sedangkan bantuan produktif usaha mikro sampai dengan Juni 2021 sudah disalurkan kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan total nilai Rp 11,76 triliun dan akan ditambah Rp 3,6 triliun bagi tiga juta penerima baru pada Juni sampai September mendatang,” papar Airlangga.

Airlangga menambahkan, pemerintah juga memperpanjang beberapa insentif antara lain di sektor-sektor usaha yang masih membutuhkan dukungan, di antaranya perpanjangan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada kendaraan bermotor yang akan diberlakukan sampai Agustus 2021.

 

Capai 98,2%

Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan menggenjot belanja APBN 2021 untuk menggerakkan perekonomian nasional yang masih didera pandemi Covid-19. Hingga semester I-2021, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.170 triliun atau tumbuh 9,4% dibanding periode sama tahun lalu.

Sementara itu, belanja modal kementerian/lembaga (K/L) sudah mencapai Rp 71,6 triliun atau meningkat 90,2% dibandingkan semester pertama tahun lalu. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan belanja negara hingga akhir 2021 akan mencapai Rp 2.700,4 triliun atau 98,2% dari pagu APBN 2021 sebesar Rp 2.750 triliun, atau tumbuh 4% dibanding realisasi tahun 2020.

Selain itu, pemerintah juga memastikan tidak ada proyek infrastruktur yang dihentikan meski merebaknya gelombang kedua (second wave) pandemi Covid-19. Hal itu karena proyek-proyek infrastruktur diandalkan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN). Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 417,4 trilium atau meningkat 48,49% dibandingkan realisasi tahun 2020.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN