Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bicara soal Kartu Prakerja. Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bicara soal Kartu Prakerja. Sumber: BSTV

Airlangga Hartarto: Ada Pelatihan Offline Setelah Pandemi

Arnoldus Kristianus/Triyan Pangastuti, (elgor)  Selasa, 28 April 2020 | 11:03 WIB

JAKARTA, investor.id - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto membantah kabar yang menyebutkan dana bantuan dalam program Kartu Prakerja hanya digunakan untuk membeli paket pelatihan online di mitra platform digital.

Menurut Airlangga, ada jenis pelatihan offline setelah pandemi Covid-19 berakhir. Selain itu, kuota pembelajaran online akan diturunkan setelah dua gelombang penyaluran Kartu Prakerja.

Target Program Kartu Prakerja
Target Program Kartu Prakerja

“Pasar pelatihan adalah new market yang belum ada sebelumnya. Pilihan ada pada penerima Kartu Prakerja untuk memilih jenis pelatihan dan platform. Perlu dipahami, fungsi platform di dunia digital adalah agregator dari penyedia jasa lainnya,” tegas Airlangga kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (27/4).

Airlangga baru-baru ini juga mengungkapkan, antusiasme calon peserta program Kartu Prakerja sangat tinggi pada periode pendaftaran gelombang pertama yang dimulai Sabtu (11/4). Hal yang sama terjadi pada gelombang kedua.

Target Program Kartu Prakerja
Target Program Kartu Prakerja

“Gelombang kedua dibuka sejak Senin, 20 April pukul 08:00 WIB sampai Kamis, 23 April pukul 16:00 WIB. Rencananya pendaftaran Kartu Prakerja dibuka per minggu, sampai minggu ke-4 November 2020. “Untuk tahap pertama setidaknya bergabung sekitar 200.000 peserta,” tutur dia.

OVO Bantu Kelancaran

CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra . Foto: techinasia
CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra . Foto: techinasia

Di sisi lain, Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO), Karaniya Dharmasaputra mengungkapkan, keterlibatan aplikasi pembayaran digital (e-wallet), seperti OVO, membantu kelancaran implementasi program Kartu Prakerja. Sebab, kehadiran mereka memperlancar aliran dana insentif pemerintah kepada peserta dan penyedia platform penyedia paket pelatihan kerja.

“OVO hanya membantu kelancaran disbursement (penyaluran) dana insentif kepada peserta. Kritik yang disuarakan selama ini ditujukan kepada platform penyedia paket pelatihan kerja,” kata Karania.

Karania menjelaskan, program Kartu Prakerja merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, daya saing, dan mengembangkan jaring pengaman sosial selama pandemi Covid-19. OVO menjadi mitra resmi uang elektronik bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Selain itu, pemerintah menggandeng sejumlah mitra resmi lainnya untuk platform digital. “OVO terus berupaya sekuat tenaga membantu pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19, terutama dalam mendistribusikan dana bantuan pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja muda Indonesia, khususnya yang terdampak Covid-19,” papar dia.

Agus Pambagio, pengamat Kebijakan Publik. Sumber: BSTV
Agus Pambagio, pengamat Kebijakan Publik. Sumber: BSTV

Hal senada dikemukakan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio. “Untuk program Kartu Prakerja, dari sisi penyedia aplikasi pembayaran digital tidak bermasalah. Yang kami cermati adalah provider paket pelatihannya,” ujar dia.

Agus Pambagio mengemukakan, program Kartu Pra Kerja dilandasi niat yang mulia. Pemilihan waktunya pun tergolong tepat. “Sayangnya, kebijakan ini menimbulkan polemik public karena kurang direncanakan dengan baik,” tutur dia. (ns/az)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN