Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang Kebijakan Pangan yang diselenggarakan secara hybrid di Loka Kretagama, Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang Kebijakan Pangan yang diselenggarakan secara hybrid di Loka Kretagama, Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Airlangga: Ketersediaan Beras Memadai hingga Akhir 2024

Kamis, 30 Juni 2022 | 23:21 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia memiliki ketersediaan beras yang memadai hingga akhir 2024. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras dan justru sebaliknya, Indonesia bisa segera melakukan ekspor beras.

“Berdasarkan data dan neraca yang dipaparkan pada rapat internal dengan Bapak Presiden, stok (beras) per Desember 2021 adalah tujuh juta ton dan stok Bulog lebih dari 1 juta ton, artinya kalau ekspor 200 ribu ton masih aman,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang Kebijakan Pangan di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Advertisement

Rapat juga diikuti Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Kepala BNPB, Dirut Bulog, serta sejumlah pimpinan K/L. Kondisi terkini terkait dengan situasi pangan nasional dan antisipasi krisis global di bidang pangan, serta berbagai upaya yang akan dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional menjadi topik bahasan dalam tersebut.

Rapat juga membahas tentang aspek regulasi, aturan, perizinan dan kesiapan untuk pelaksanaan proses ekspor beras yang akan segera dilakukan. “Rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden terkait dengan ketersediaan pangan strategis, yang sampai bulan Juli ini relatif aman, baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga” kata Airlangga.

Selain itu, juga dilakukan pembahasan mengenai bantuan beras Bulog tahun 2022 untuk 19,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan revisi regulasi (Perpres 48 Tahun 2016) untuk penguatan penugasan Bulog. Beberapa ketentuan yang akan diatur antara lain terkait penggunaan CBP (Cadangan Beras Pemerintah), pelepasan stok CBP, kriteria stok beras turun mutu dan penggunaan dana untuk pelepasan stok.

Rakortas tersebut juga membahas mengenai program penyaluran Jagung untuk peternak mikro kecil sebesar 50 ribu ton, dengan melakukan perpanjangan penugasan Bulog hingga 31 Juli 2022. Selain itu, juga dibahas terkait dengan transformasi kebijakan pupuk bersubsidi mulai dari refocusing target subsidi menjadi dua jenis pupuk dan sembilan komoditas prioritas strategis, transformasi digital dan revisi beberapa regulasi yang diperlukan.

Airlangga menegaskan, pemerintah selalu berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari sisi pasokan terkait dengan peningkatan produksi, upaya diversifikasi pangan, efisiensi distribusi pangan, penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan, hingga penguatan stok pangan nasional.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN