Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga Minta Pelaku Usaha di Sektor Migas Siap Menuju Energi Hijau

Selasa, 30 November 2021 | 11:00 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta seluruh pelaku usaha di sektor minyak dan gas (migas) untuk bersiap menghadapi proses transisi energi menuju energi hijau (green energy).

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang selalu menekankan agar seluruh pemangku siap dengan era transisi ini.

“Bapak Presiden selalu ingatkan agar kita selalu bersiap, hadapi era baru,  beberapa kebijakan yang dilakukan pengembangan B30 hingga B100 dan bioavtur harus terus dilakukan dan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk sektor transportasi dan industri,”ujar Airlangga dalam  acara The 2nd IOG 2021, Selasa (30/11/2021).

Secara khusus, Airlangga meminta untuk badan usaha yang bersinggungan dengan energi fosil diminta untuk membuat perencanaan matang, sebagai langkah untuk menghadapi era transisi.  Oleh karena itu kunci untuk menuju energi hijau yakni melalui koordinasi dan bekerja secara maksimal dengan menggunakan teknologi hijau jadi produk yang dihasilkan ramah lingkungan dan bisa mendukung pencapaian pengurangan emisi karbon.

Lebih lanjut ia menceritakan dalam pertemuan konferensi tingkat tinggi perubahan iklim conference of Parties ke 26 atau COP26 di Glasgow, Skotlandia, juga berkomitmen untuk menuju energi hijau, dan  pemerintah berkomitmen untuk  menerapkan teknologi hijau pada sejumlah proyek strategis nasional.

“Hal penting yang harus diperhatikan adalah komitmen untuk melakukan transisi energi  yang mengarah pada penggunaan energi baru terbarukan (EBT),” ujarnya.

Di samping itu,  pemerintah juga akan memperhatikan kecukupan energi untuk mendukung kegiatan perekonomian jadi Indonesia bisa buat terobosan dengan mempercepat energi terbarukan dibandingkan rencana awal.  Meski begitu, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap membutuhkan migas dan gas sebagai sumber energi dan bahan baku utama.

“Bahkan gas menjadi sumber daya energi yang emisinya rendah, tentu mempunyai peran yang dapat ditingkatkan gantikan energi fosil lainnya. Sehingga persiapan matang perlu dilakukan agar Indonesia bisa terus dukung pertumbuhan ekonomi  dan energinya betul betul tersedia dengan harga yang bisa terjangkau,” ucapnya

Dengan begitu, Airlangga menegaskan bahwa industri hulu migas memiliki peranan penting untuk menciptakan serta meningkatkan multiplier effect industri hilir seperti pupuk dan petrokimia. Bahkan pada tahun lalu Kementerian ESDM telah memberikan dukungan harga gas untuk industri tertentu dengan tujuan agar lebih kompetitif , sehingga banyak sektor hilir yang saat ini mampu bersaing dan ekspor produknya.

“Kebijakan itu perlu diapresiasi dan diharapkan hilir kebijakan hulu migas dapat berkembang sehingga tak hanya kontribusi ke pendapatan negara tapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi makro,”tuturnya.

Atas alasan ini, peningkatan produksi yang diusahakan 1 juta barel minyak per hari dan gas 12 ribu mmscfd pada 2030 jadi tantangan yang tentunya perlu dibuatkan peta jalan agar bisa dicapai.

"Indonesia berkomitmen agar industri hulu migas bisa ditingkatkan, baik lifting minyak maupun gas bumi. Pemerintah berikan ruang untuk peningkatan investasi dengan berbagai insentif di sektor hulu migas, tentunya penyederhanaan perizinan dan hal lain yang bisa didorong melalui SKK Migas," tandasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN