Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelum memimpin rapat terbatas (ratas) tentang persiapan Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020)

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelum memimpin rapat terbatas (ratas) tentang persiapan Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020)

HASIL PENERAPAN PPKM DAN PPKM MIKRO

Airlangga: Penanganan Covid-19 di Indonesia Terus Membaik

Rabu, 14 April 2021 | 22:16 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan, terlebih sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.  Per 13 April 2021, persentase kasus aktif di Indonesia berada pada angka 6,9%, lebih rendah dari persentase kasus global yang masih berada di angka 17,36%. Persentase tingkat kesembuhan juga sudah mencapai 90,4%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, setelah memperhatikan perkembangan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan agar PPKM diperkuat dan diperluas sebagai dukungan untuk program vaksinasi. Untuk itu, perlu dilakukan pengetatan kriteria zonasi untuk pengendalian di tingkat RT dan penambahan lokasi PPKM Mikro menjadi 20 provinsi.

“Program vaksinasi terus dijalankan. Jumlah suntikan telah mencapai kurang lebih 16 juta juta dosis dan menjadikan Indonesia berada di urutan ke-9 di dunia. Bahkan, dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan ke-4 di dunia,” tutur Airlangga dalam acara “Rapat Koordinasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020” secara virtual di Jakarta, Rabu (14/4).

Ia menambahkan, pencapaian Indonesia itu diraih saat seluruh negara di dunia sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19, bahkan di beberapa negara Eropa sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga (third waves) akibat varian kasus baru. Kondisi ini direspon dengan pelaksanaan lockdown kembali di Inggris, Belanda, Jerman, dan sejumlah negara lain.

Hingga 13 April 2021, lanjut Airlangga, akselerasi pendistribusian vaksin menunjukkan bahwa penyuntikan di Indonesia sudah mencapai 15,6 juta dosis dengan kapasitas vaksinasi mencapai 500 ribu suntikan per hari. “Ini perlu terus diakselerasi di setiap daerah guna mencapai herd immunity,” ucap Airlangga.

Untuk penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama, Provinsi Bali menjadi daerah dengan realisasi penyuntikan tertinggi yakni 80,03% dari target vaksinasi tahap 1 dan 2. Sedangkan, untuk vaksinasi dosis kedua di DKI Jakarta menjadi daerah dengan persentase realisasi tertinggi 24,24%.

“Beberapa daerah tambahan sudah mulai melakukan PPKM Mikro, jadi kerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi penting. Kemudian, karena ada kebijakan pelarangan mudik maka tidak ada tambahan moda transportasi (selama Ramadan dan Idul Fitri 2021),” jelas Airlangga.

Untuk mempertahankan tingkat pengendalian Covid-19 yang telah mencapai momentum lebih baik, serta belajar dari libur Hari Raya Idul Fitri 2020 yang menyebabkan peningkatan kasus hingga 93%, Pemerintah mengambil sejumlah kebijakan, antara lain pelarangan mudik tahun ini dan sejumlah pengaturan pembatasan mobilitas masyarakat yang diatur dalam surat edaran oleh Kementerian Agama, BNPB, dan Kementerian Perhubungan.

 

Realisasi PEN

Sejumlah strategi pemulihan ekonomi sudah dilaksanakan pemerintah, di antaranya dengan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021, dengan anggaran mencapai Rp 699,43 triliun (atau naik 21% dari realisasi PEN 2020).

Program kesehatan dan perlindungan sosial difokuskan untuk menjaga kesehatan publik dan daya beli masyarakat. Selain itu, dukungan PEN juga diarahkan kepada dunia usaha dan menjaga keberlangsungan sektor strategis. Realisasi Program PEN sampai 9 April 2021 mencapai Rp 130,16 triliun atau 18,6% dari pagu.

Airlangga menambahkan, adapun program pengungkit ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri 1442H terdiri atas program peningkatan daya beli dan mendorong ekonomi (konsumsi). Program peningkatan daya beli yaitu pemberian THR untuk ASN/TNI/Polri dan karyawan swasta, penyaluran bantuan beras (Bulog) selama Ramadan, dan percepatan perlindungan sosial. Kemudian, untuk program mendorong konsumsi antara lain Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan #BagibagiKURMA (Kado Untuk keluaRga di ruMAh).

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN