Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

KUARTAL II-2021

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 8%

Selasa, 8 Juni 2021 | 14:52 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Rio Winto

JAKARTA, investor.id - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yakin pertumbuhan ekonomi kuartal II- 2021 menembus 7-8% year on year. Optimisme itu ditopang kenaikan penjualan ritel 9,8%, data Purchasing Managers Index mencetak rekor tertinggi 55,3, lonjakan penjualan mobil 228% dengan pemberlakuan diskon pajak, belanja nasional melambung 60,43%, serta program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional berjalan lebih baik.

Pertumbuhan ekonomi sejumlah negara selama Covid-19
Pertumbuhan ekonomi sejumlah negara selama Covid-19

“Terkait dengan perekonomian, pemerintah meyakini kuartal kedua tahun ini mampu tumbuh 7% sampai 8%. Terjadi kenaikan penjualan mobil hingga 228% (year on year/yoy) dengan pemberlakuan stimulus (diskon) PajakPenjualan Barang Mewah, selain itu penjualan motor melejit 227% (yoy). Penjualan ritel juga sudah naik 9,8% yoy, kemudian indeks keyakinan konsumen sudah di atas 100%. Juga kita lihat pertumbuhan belanja nasional per akhir April kemarin terjadi kenaikan sebesar 60,43%,” kata Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait perkembangan penanganan Covid-19, Senin (7/6/2021).. Sumber: BSTV
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait perkembangan penanganan Covid-19, Senin (7/6/2021).. Sumber: BSTV

PMI manufaktur Indonesia pada bulan kelima tahun ini yang menembus 55,3 atau tertinggi sepanjang sejarah itu berada di atas PMI manufaktur Asean, yang di level 51,8. Angka itu menunjukkan adanya ekspansi sektor industri manufaktur di Tanah Air, yang juga lebih tinggi dibanding negara-negara lain seperti Vietnam (53,1), Singapura (51,7), Malaysia (51,3), Filipina (49,9), dan Thailand (47,8).

Pelaksanaan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) juga berjalan dengan baik. Selain itu, lanjut Airlangga, pandemi masih terkendali, usai perayaan dan mudik Lebaran lalu yang semula dikhawatirkan memicu lonjakan tinggi kasus positif Covid-19.

Alokasi anggaran PCPEN
Alokasi anggaran PCPEN

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia masih kontraksi 0,74% pada kuartal I-2021. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan kuartal I-2020 yang masih tumbuh 2,97%, karena pandemi Covid-19 baru terkonfirmasi di Indonesia pada Maret tahun lalu.

Pada kuartal II-2020, Indonesia kemudian mencatatkan kontraksi ekonomi tajam sebesar 5,32% dan sejak itu memasuki resesi, dengan berlanjutnya kontraksi pada kuartal III dan IV sebesar masing-masing 3,49% dan 2,19%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Untuk keseluruhan tahun ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan kondisinya membaik, dengan pertumbuhan ekonomi positif di kisaran 4,5-5,3%, meski di bawah asumsi pertumbuhan ekonomi pada APBN 2021 sebesar 4,5-5,5%. Namun, lanjut dia, hal ini akan tergantung juga dari dinamika penularan Covid-19 dan pelaksanaan program vaksinasi.

Realisasi PCPEN 29,9% Airlangga mengungkapkan, pelaksanaan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional juga berjalan dengan baik. Sampai saat ini, lanjut dia, sudah terealisasi serapannya sekitar 29,9% atau Rp 209 triliun, dari pagu anggaran PCPEN tahun 2021 senilai Rp 699,4 triliun.

Artinya, sudah ada kenaikan Rp 86,7 triliun dari kuartal I-2021 sebesar Rp 123,2 triliun. Anggaran PCPEN pada 2021 juga naik dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 579,8 triliun, dari total pagu tahun 2020 sebesar Rp 695,2 triliun.

“Kegiatan-kegiatan di lima sektor (PCPEN), untuk kesehatan sudah mencapai 18,8% realisasinya. Untuk perlindungan sosial 39,2%, program prioritas 28%, dukungan korporasi 21%, dan insentif untuk usaha sudah 79,9%,” tutur Airlangga Hartarto.

Seimbang Penanganan Pandemi

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. Foto: IST
Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. Foto: IST

Pada kesempatan terpisah, Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengatakan, pemulihan ekonomi adalah sesuatu yang harus menjadi prioritas dalam kegiatan pascapandemi Covid-19.

“Saat ini, kami menyarankan untuk mencari titik tengah antara (penanganan) kesehatan dan ekonomi. Tentu ini tidak mudah, namun kalau semua unsur pemangku kepentingan di masyarakat mau bekerja sama dan berkolaborasi, hal yang sulit pun dapat menjadi mudah untuk dilakukan,” ucapnya dalam keterangan tertulis usai menyampaikan rekomendasi kebijakan terkait strategi pemulihan ekonomi Indonesia kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), yang diterima langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan didampingi Sesmenko Susiwijono, di Kantor Kemenko di Jakarta Pusat.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menyerahkan rekomendasi kebijakan terkait strategi pemulihan ekonomi Indonesia kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang didampingi Sesmenko Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta Pusat, Senin (7/6).
Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menyerahkan rekomendasi kebijakan terkait strategi pemulihan ekonomi Indonesia kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang didampingi Sesmenko Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta Pusat, Senin (7/6).

Hadir pula bersama Rektor UI antara lain adalah Ketua MWA UI Saleh Husin. Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Akademik UI Abdul Haris.

Ari mengatakan, otoritas fiskal dan moneter harus mengambil langkah -langkah strategis untuk soft landing & exit strategy dalam pembiayaan pemulihan ekonomi nasional. Pada dasarnya, lanjut dia, stimulus itu hanya bersifat sementara dan tidak dapat dilakukan terus-menerus dalam rangka menjaga kesinambungan fiskal dan pembiayaan pemulihan ekonomi nasional.

Kelas Atas Tingkatkan Belanja

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara. Foto: IST
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara. Foto: IST

Sedangkan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, meski terdapat indicator pemulihan kepercayaan konsumen, tapi pemulihan ekonomi cenderung tidak merata di seluruh segmen.

“Kelas menengah atas memang mulai percaya diri berbelanja. Ada pula pengalihan investasi dari deposito masuk ke pasar saham, reksa dana, bahkan tidak sedikit yang berinvestasi di aset kripto,” katanya melalui keterangan tertulis kepada Investor Daily, Senin (7/6).

Belakangan ekspor RI juga membaik kembali, meski kinerjanya masih bergantung pada booming komoditas. Pemulihan ekspor produk industri, lanjut dia, lebih rendah dari ekspor komoditas minyak sawit dan batu bara misalnya.

Percepat Vaksinasi

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan sebelumnya, percepatan vaksinasi Covid-19 akan mendorong pemulihan ekonomi karena memberikan confidence (keyakinan) kepada dunia usaha.

Ia menilai, kombinasi program vaksinasi gotong-royong -- yang dibiayai oleh perusahaan -- dengan protokol kesehatan (prokes) yang tetap diterapkan akan mendorong pemulihan ekonomi karena memberikan keyakinan kepada dunia usaha.

“Itulah mengapa Kadin menginisiasi vaksinasi gotong royong, agar perusahaan dapat memberikan vaksinasi bagi pekerjanya dan membantu pemerintah dalam mencapai herd immunity. Meski sudah divaksin, bukan berarti protokol kesehatan berhenti. Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan, mengingat dunia masih dalam pandemic Covid-19,” tandas Shinta.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto: IST
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto: IST

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan sebelumnya, program vaksinasi gotong- royong itu menarik animo tinggi dari dunia usaha.

Seiring dengan dilakukannya percepatan vaksinasi yang akan memutus mata rantai penularan Covid-19, juga diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Realisasi anggaran PEPEN
Realisasi anggaran PEPEN

Sedangkan Ekonom Kepala Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini diperkirakan menjadi positif.

“Ini memang faktor utamanya yang paling mendasar memang basis yang rendah. Ekonomi kita negatif sekitar 5% (kuartal II) tahun lalu, karena komponen belanja rumah tangga dan investasi -- dua komponen yang besar -- turun cukup dalam,” ujar Josua saat dihubungi Investor Daily, Senin (7/6) malam.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Foto: IST
Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Foto: IST

Ia mengatakan, potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendongkrak pertumbuhan komponen belanja rumah tangga dan investasi.

Kedua komponen ini, lanjut dia, yang dipastikan tumbuh positif pada kuartal kedua tahun ini, khususnya didorong konsumsi. Hal itu seiring momentum Hari Raya Idul Fitri yang lalu.

Selain itu, menurut Josua, bisa didukung oleh kebijakan stimulus yang dilakukan oleh pemerintah. Ini termasuk bansos yang dimajukan pencairannya pada April lalu untuk menggerakkan konsumsi, guna mendukung momentum pertumbuhan ekonomi positif. (ark/ns/try/pd/ant/b1/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN