Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Airlangga: Vaksin Percepat Pemulihan EKonomi

Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:37 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,dan Thereis Kalla

JAKARTA, investor.id  -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi perekonomian nasional sedang dalam fase pemulihan. Pada kuartal II-2020 perekonomian Indonesia terkontraksi atau tumbuh minus 5,32%, pada kuartal III diperkirakan -2,10%, dan pada kuartal IV tumbuh 0,06%.

Pengadaan vaksin Covid-19 diharapkan bisa mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

“Di tahun 2021 pemulihan ekonomi dimulai terutama bila kita bisa mendapatkan akses terhadap vaksin yang memang sudah direncanakan,” kata Airlangga dalam seminar Outlook 2021: The Year of Opportunity secara virtual, Rabu (21/10).

Bila dilihat secara global dari April sampai Oktober, Airlangga menyebutkan tren perekonomian sedang ke arah positif dan ketidakpastian menurun. Indonesia juga sama dengan negara lain yaitu sedang berada di dalam tahap pemulihan.

“Berbagai lembaga sudah melihat kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia positif sekitar 4,5% sampai 5% di tahun 2021, jelas dia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) No 99 tahun 2020 sebagai peta jalan (roadmap) pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi. Program yang dilakukan pemerintah di sektor ekonomi akan terasa dampaknya apabila masyarakat konsisten menjalankan protokol kesehatan.

Masyarakat diimbau untuk wajib menjalankan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak).

“Di samping itu pemerintah juga terus melakukan testing ke masyarakat, tracing kepada te muan positif, dan treatment ke pada setiap kasus,” kata Airlangga.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan sudah mengamankan pengadaan vaksin Covid-19 sekitar 270 juta dosis untuk 135 juta warga negara Indonesia hingga 2021.

Airlangga menegaskan, pemerintah juga akan melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2021 dengan total anggaran Rp 356,5 triliun di enam sektor.

Rinciannya, sektor kesehatan sebesar Rp 25,4 triliun, perlindungan sosial Rp 110,2 triliun, insentif dunia usaha Rp 20,4 triliun, dukungan untuk UMKM Rp 28,8 triliun, pembiayaan korporasi Rp 14,9 triliun, dan dukungan ekonomi melalui program K/L sektoral dan pemerintah daerah sebesar Rp 136,7 triliun.

Dia juga mengatakan, indeks saham berbagai negara dari 24 Maret sampai 16 Oktober hampir seluruhnya berada dalam jalur positif. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini berada di atas batas psikologis 5.000. Padahal, pada 24 Maret 2020, IHSG sempat menyentuh angka 3.000. Hal ini menunjukkan dari Maret sampai Oktober mengalami kenaikan.

“Kalau dibandingkan krisis pandemi yang lalu ataupun dibandingkan krisis moneter di 2008 kemudian di tahun 1998, ini capital market recovery-nya relatif lebih cepat,” ucap Airlangga.

Bahkan, ia mengatakan, 63% atau 325 emiten masih memperoleh laba di tengah pandemi Covid-19. Jumlah perusahaan yang merugi ada sekitar 193 perusahaan. Perusahaan yang cetak laba diharapkan mempunyai daya tahan terhadap perekonomian nasional.

“Karena perusahaan-perusahaan tersebut adalah leader di bidangnya masing- masing,” imbuh Airlangga.

Dari sisi Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia sempat mengalami kenaikan di atas 50. Namun, karena terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi di September menyebabkan PMI turun lagi ke angka 47,2.

“Harapannya ini bisa naik lagi seperti Vietnam, Filipina, India, dan Tiongkok. Sehingga recovery V shape ini akan terlihat,” ucapnya.

Proeyksi pertumbuhan ekonomi berbagai negara
Proeyksi pertumbuhan ekonomi berbagai negara

Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan meningkatkan laju investasi. Oleh karena itu, pemerintah menghadirkan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Regulasi tersebut diyakini akan mengatasi permasalahan perizinan dan regulasi yang selama ini menjadi penghambat investor untuk memulai usaha di Indonesia. Dalam regulasi tersebut pemerintah melakukan harmonisasi 79 regulasi.

“Masalah obesitas atau hiper regulasi juga di-streamline. Sehingga anggapan Indonesia sebagai negara paling ruwet di dunia berdasarkan survei yang dilakukan sebuah lembaga di Belanda bisa diperbaiki melalui UU Cipta Kerja,” ucap Airlangga.

Ia mengatakan, kemudahan yang akan dirasakan dengan ada nya UU Cipta Kerja yakni soal pengurusan izin berusaha UMKM yang cukup dengan KTP saja. Kemudian, mendirikan PT perseorangan disebut ti dak perlu lagi modal minimal Rp 50 juta, hingga pembentukan koperasi yang bisa hanya de ngan 9 orang.

Airlangga mengatakan, kehadiran UU Cipta Kerja di saat yang tepat. Sebab, kondisi pandemic Covid-19 menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah pengangguran. Setiap tahun ada 6,9 juta masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja, kemudian ada angkatan kerja baru 2,9 sampai 3 juta. Ditambah korban dari PHK atau dirumahkan selama pandemi Covid -19 mencapai 3,5 juta orang.

“Sehingga setiap tahun butuh 13 juta (lowongan pekerjaan), ini lah yang harus diisi. Keberadaan UU Cipta Kerja waktunya sa ngat tepat karena ini diperlukan secara struktural,” ucap Airlangga. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN